Image

Sistem Ganjil-Genap di Tol Tangerang Kurangi Macet 40%

ant, Jurnalis · Senin 16 April 2018 07:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 16 320 1887050 sistem-ganjil-genap-di-tol-tangerang-kurangi-macet-40-VzqFdMldnC.jpg Foto: Ganjil-Genap di Tol Jakarta Tangerang (Antara)

TANGERANG - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku optimistis 40% kepadatan terurai dan masyarakat beralih ke angkutan umum dengan pemberlakuan ganjil-genap di Pintu Tol Tangerang dan Kunciran mulai Senin (16/4/2018).

"Kalau di Bekasi bisa 36%, di sini bisa 40% dengan rata-rata 1.500 kendaraan per jam sibuk," kata Budi saat meninjau di Pintu Tol Kunciran.

 Baca Juga: Sistem Ganjil-Genap di Tol Jagorawi dan Tangerang Dimulai

Budi menjelaskan pemberlakuan pembatasan di dua ruas tol di Tangerang karena melihat kesuksesan yang diberlakukan di Pintu Tol Bekasi di mana sebanyak 36% masyarakat beralih ke angkutan umum dan kecepatan meningkat 22%.

"Ini menunjukkan contoh yang baik, oleh karenanya kita ingin sekali mengedukasi masyarakat dengan satu cara-cara yang baik," katanya.

 

Budi mengatakan masyarakat bisa beralih ke angkutan umum kereta ataupun bus eksekutif yang sudah disediakan pemerintah melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) di mana akan ada satu lajur khusus untuk bus.

"Transportasi massal adalah satu yang kita upayakan, sekarang kita menggunakan bus. Saya juga mencatat informasinya, PPD, Sinar Jaya, Royal Premium, hasilnya bagus. Bisa dibayangkan dengan jalur khusus akan lebih bagus lagi, harapan kita semuanya minimal 50% masyarakat menggunakan transportasi massal," katanya.

 Baca Juga: Sistem Ganjil Genap Berlaku di Tol Tangerang: Apakah Lalu Lintas Membaik?

Menurut dia, dengan adanya akses kereta rel listrik (KRL) di daerah Tangerang, maka akan semakin mempermudah masyarakat karena bisa memuat banyak penumpang.

Untuk itu, dia meminta operator, dalam hal ini, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk menambah armada agar bisa mengangkut lebih banyak penumpang karena saat ini sudah berdesakan di jam sibuk.

Bukan hanya dengan sistem ganjil-genap, pembatasan juga berlaku bagi angkutan barang dengan tiga sumbu lebih.

"Insya Allah ini berhasil, ya saya senang kita semua kompak menyelesaikan masalah konektivitas ini," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini