nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hary Tanoe Minta Belanja Online Asing Ditata, Ekonom Sebut Urgent

Senin 16 April 2018 08:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 16 320 1887058 hary-tanoe-minta-belanja-online-asing-ditata-ekonom-sebut-urgent-aPyuHNNY4w.jpg Ilustrasi: Belanja Online Asing Harus Ditata (Foto Shutterstock)

JAKARTA - Pakar Ekonomi Universitas Airlangga, Muhammad Nafik menilai aturan tarif pajak belanja online asing urgent.

Hal tersebut disampaikan menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo tentang tarif pajak belanja online asing untuk melindungi UMKM

"Bagus, harus lah itu. Harus ada regulasi dan saya lihat Indonesia ini terlambat. Pemerintah jangan menunggu lagi, jadi harus sekarang," ujar Pakar Ekonomi Universitas Airlangga, Muhammad Nafik saat dihubungi melalui telefon, akhir pekan lalu.

 Baca Juga: Pernyataan Hary Tanoe Soal Belanja Online, Pengamat: UMKM Butuh Sosialisasi, Regulasi dan Proteksi

Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Unair Surabaya itu menjelaskan jika tidak adanya peraturan terkait regulasi belanja online, maka negara akan kehilangan potensi pajak yang luar biasa. Sejatinya, tarif pajak belanja online asing sebagai salah satu langkah menambah income negara.

"Kalau tidak diatur, memungutnya (pajak) pun akan kesulitan. Pemerintah harus membangun sistem itu. Aturannya harus jelas," tutur Nafik.

Lebih jauh, Nafik menilai penetapan pajak belanja online bagi pemain asing ini sangat urgent. Bila tidak, belanja online asing dengan mudah meraup untung dari pasar yang potensial di Indonesia.

"Karenanya pemerintah harus segera bergerak," ucapnya.

Di laman akun Twitternya, Hary Tanoe memberikan pandangannya terkait belanja online. Pengaturan tarif pajak belanja online asing dinilainya diperlukan untuk melindungi ritel dalam negeri.

 Baca Juga: Pemerintah Harus Gerilya Lacak Transaksi Belanja Online Asing

Saat ini belanja online asing baru akan dikenakan pajak bila harga barang yang dibeli di atas USD100. Barang di bawah harga tersebut tidak dikenai pajak.

Hal tersebut berdampak pada lesunya usaha lokal, bahkan tak sedikit yang harus menutup usahanya karena tidak mampu bersaing.

Sementara Indonesia membutuhkan lapangan kerja menghadapi pesatnya pertumbuhan usia produktif karena bonus demografi.

 

Hary mengungkapkan lapangan kerja harus tumbuh lebih cepat dari pada pertumbuhan pencari kerja, sehingga kesejahteraan akan meningkat.

Hary Tanoe mengatakan regulasi belanja online diperlukan untuk melindungi usaha padat karya.

Selain itu Hary Tanoe menjelaskan perlunya ada pengaturan tarif pajak belanja online asing untuk melindungi ritel dalam negeri. Diketahui saat ini belanja online asing baru akan dikenakan pajak bila harga barang yang dibeli di atas USD100. Barang di bawah harga tersebut tidak dikenai pajak.

Hal tersebut berdampak pada lesunya usaha lokal, bahkan tak sedikit yang harus menutup usahanya karena tidak mampu bersaing. Sementara Indonesia membutuhkan lapangan kerja menghadapi pesatnya pertumbuhan usia produktif karena bonus demografi.

Hary mengungkapkan lapangan kerja harus tumbuh lebih cepat dari pada pertumbuhan pencari kerja, sehingga kesejahteraan akan meningkat.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini