Ekspor Indonesia Langsung Turun 22% Gara-Gara Kebijakan India

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 16 April 2018 13:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 16 320 1887202 ekspor-indonesia-langsung-turun-22-gara-gara-kebijakan-india-lb1u22y0MJ.jpg Ilustrasi: Ekspor CPO Indonesia Turun (Foto Antara)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menilai perang dagang antar negara berdampak kurang baik utamanya untuk komoditas kelapa sawit Indonesia. BPS pun menilai pemerintah mesti berupaya keras meningkatkan nilai ekspor kelapa sawit ini.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, BPS mencatat ekspor CPO pada Maret 2018 mengalami penurunan. Apalagi, saat India menaikan bea masuk CPO menjadi 15%.

"Maret 2018 ini ekspor ke India CPO turun. Itu menerapkan bea masuk, meskipun pemerintah berupaya negoisasi itu turun 22,95%, demikian juga untuk Pakistan dan Bangladesh. Itu komoditas terkena dampak perang dagang," ucapnya di Kantor BPS, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Baca Juga:

RI Ajak Malaysia Negoisasi Ekspor CPO ke Eropa

Gaji Buruh Sawit Lebih Besar dari PNS

Menurut Kecuk, pemerintah perlu berupaya keras supaya negara yang menghambat ekspor CPO kita bisa kembali meningkat. "CPO itu perlu banyak upaya karena porsi besar," tuturnya.

Di sisi lain, kata Kecuk, perang dagang tidak serta merta memberikan dampak negatif pada Indonesia. Seperti yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat menaikan bea masuk baja.

"Jadi perang dagang ada iya dan tidak, tentunya akan menunggu angka-angka berikutnya. AS menetapkan bea masuk besi dan baja. Tapi Maret justru meningkat USD22 juta jadi USD35 juta," tuturnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini