Image

Holding Migas, Pertamina dan PGN Kaji Skema Swap Aset

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 16 April 2018 20:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 16 320 1887442 holding-migas-pertamina-dan-pgn-kaji-skema-swap-aset-QIM9mIb974.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi membentuk holding BUMN migas, dengan PT Pertamina (Persero) sebagai  induk perusahaan dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk sebagai anggota holding.

Peresmian pembentukan holding migas sekaligus menjadikan Pertamina sebagai induk dengan penandatanganan akta pengalihan saham seri B milik negara sebesar 56,96% di PGN kepada Pertamina oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. 

Setelah adanya holding migas, langkah selanjutnya adalah proses integrasi PT Pertagas yang merupakan anak usaha Pertamina ke PGN. Dengan demikian PGN akan menjadi sub holding gas di bawah Pertamina. Dengan masuknya PT Pertagas ke PGN, maka PGN akan menjadi pengelola midstream sampai distribusi dan niaga gas. 

Baca Juga : 11 Fakta Holding Migas, Bersatunya Pertamina-PGN-Pertagas

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina sekaligus Ketua Tim Implementasi Holding Migas, Nicke Widyawati mengatakan, PT Pertamina dan PT PGN tengah mengkaji skema swap aset dalam akusisi PT Pertagas oleh PT PGN. Swap aset dilakukan oleh anak usaha PT PGN, yaitu PT Saka Energi Indonesia dengan PT Pertagas yang merupakan entitas anak PT Pertamina. 

"Bisa jadi, itu salah satu opsi. Tapi yang pasti kan semua di valuasi dulu, mekanismenya seperti apa nanti jangan sampai cash flownya PGN bermasalah," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (16/4/2018). 

Akan tetapi, Nicke mengatakan bahwa pemerintah akan mengkaji terlebih dulu posisi kas kedua belah perusahaan. Dengan harapan, jika memang dilakukan swap aset tidak akan menganggu arus kas. 

Baca Juga : Holding BUMN Migas, Kelanjutan Akuisisi Pertagas oleh PGN di Tangan Tim Transisi

"Secara hukum sih gitu, tapi ada swap atau gimana, kita liat dulu cash flow PGN," jelas dia. 

Dia mengatakan, proses akusisi tersebut ditargetkan selesai dalam empat bulan. Mengingat, pembentukan holding telah disahkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. 

"Targetnya sih, kapan ya. Empat bulan lah. Kan tanggal lahirnya 11," tutup dia. 

 

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini