nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jembatan Kalikuto Senilai Rp200 Miliar Jadi Ikon Tol Batang-Semarang

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 13:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 17 320 1887689 jembatan-kalikuto-senilai-rp50-miliar-jadi-ikon-tol-batang-semarang-9J5EVq34iG.jpg Foto: Pembangunan Jembatan Kalikuto Mirip Desain Jembatan Holtekamp (Instagram)

JAKARTA - PT Jasa Marga Semarang Batang akan membangun jembatan khusus di ruas tol Batang-Semarang. Jembatan yang diberi nama Kalikuto ini akan dijadikan sebagai ikon tol Batang-Semarang.

Direktur Utama PT Jasa Marga Semarang Batang Arie Irianto mengatakan, pembangunan masih terjadwal dan diharapkan bisa dimulai pada Mei 2018. Pasalnya saat ini masih menunggu komponen pelengkung baja dari Perancis tiba di Indonesia.

"Secara proses masih on schedule ada juga yang mesti kita waspadai terkait impor materialnya tapi kemarin kami sudah bersurat, berkooridnasi sama Kementerian PUPR, Kemendag, Pak Dirjen Bina Marga juga sudah membuat surat ke pak Dirjen Perdagangan luar negeri artinya jangan sampai masalah-masalah di costums atau cukai menghambat. Itu sekarang kita monitor perjalanan sitting-nya dari Eropa ke Pelabuhan Tanjung Priok," ungkapnya di Kantor Jasa Marga, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Baca Juga: Jasa Marga, PT SMI dan Enam Perbankan Biayai Tol Batang-Semarang

Dia menjelaskan, jembatan Kalikuto ini dirancang sepanjang 100 meter. Terdiri dari 6 jalur, tiga jalur arah kiri dan tiga jalur arah kanan dan dipinggir jembatan akan diberi tali penyangga dari kawat besar sehingga terlihat khsusus dan menarik bagi pengguna jalan tol maulun arteri.

Menurutnya, untuk membuat jembatan ini menjadi ikon ruas tol Batang-Semarang, maka anggaran yang dibutuhkan menjadi lebih besar. Di mana awalnya hanya untuk membuat jembatan bisa anggaran hanya Rp50 miliar tapi saat ini menjadi sekitar Rp200 miliar.

Baca Juga: Bank Mandiri Kucurkan Rp2,5 Triliun untuk Biayai Ruas Tol Semarang-Batang

Selain itu, anggaran pembangunan jembatan ini sudah termasuk dalam keseluruhan pembangunan ruas tol Batang Semarang sebesar Rp11,04 triliun.

"Dana awal sekitar Rp50 miliar, kemudian ada perubahan dari BPJT untuk membuat suatu jembatan yang ikonik memang biayanya naik sekitar 4 kali-5 kali, kurang lebih dari awal sekitar Rp45 miliar. Karena bajanya berubah maka naik jadi Rp200 miliar," jelasnya.

Dia mengatakan impor hanya untuk bajanya saja, sementara itu untuk semen dan peralatan lain menggunakan bahan baku lokal. Tapi perakitan akan dilakukan di tiga tempat di Indonesia.

"Kami perakitan di tiga tempat yakni Serang, Tangerang dan Pasuruan. Kita percepat lagi, kita bagi tiga tempat untuk perakitanya," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini