Image

BPJS Wajibkan Pekerja Konstruksi Honor Didaftarkan pada Awal Proyek

Bramantyo, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 14:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 17 320 1887699 bpjs-wajibkan-pekerja-konstruksi-honor-didaftarkan-pada-awal-proyek-oCOdpJCcgP.jpg BPJS Ketenagakerjaan. Ilustrasi: (Foto: Okezone)

SOLO - BPJS Ketenagakerjaan Surakarta bersama Pemkot Surakarta gelar sosialisasi  perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi sektor jasa konstruksi dan Tenaga Kerja Dengan Perjanjian Kerja (TKPK) di Pemkot Surakarta  kepada seluruh OPD se-Surakarta.

Pemerintah kota Surakarta menganggarkan perlindungan bagi  TKPK tersebut dan sudah dianggarkan dalam APBD. Untuk jumlah iurannya mengikuti regulasi yang ada.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Kucurkan Rp73 Triliun untuk Infrastruktur

Regulasinya yang ditetapkan  untuk jaminan kecelakaan kerja jumlahnya 0,24% dikali dengan gaji nanti akan dikalkulasi.  Sedangkan jaminan kematian 0,3% dari gaji (untuk iurannya).

"Namun dari sisi manfaat meski mengikuti 2 program namun manfaat yang diterima sama dengan sektor pekerja yang lain meski mereka TKPK, mereka dari jasa konstruksi tetap sama karena sudah diatur regulasinya," jelas Kepala Kantor Cabang Utama BPJS Ketenagakerjaan, Suwilman Rachmat, Senin (17/4/2018).

Baca Juga: Wapres JK Minta BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kesadaran Pekerja Miliki Jaminan Sosial

Suwilman Rachmat juga sebut untuk wilayah kerjanya, Surakarta menjadi salah satu pionir untuk melindungi TKPK.

Dan menjadi tugasnya untuk terus memberikan sosialisasi agar semua tenaga honorer atau sejenisnya bisa tercover  semuanya.

"Jumlahnya bervariasi. Khusus Surakarta yang sudah tercover sekitar 3000 lebih," jelasnya lebih lanjut.

Juga meminta kepada para pengusaha jasa konstruksi agar melindungi semua pekerja dalam proyek yang sedang dilaksanakan.

Pihaknya menegaskan siapa pun yang bekerja di situ (pekerja konstruksi) sepanjang bisa dibuktikan pihaknya akan tetap mengcovernya. Pasalnya dalam sistem jasa konstruksi pekerjanya bisa keluar masuk sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

"Programnya sama untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian," terangnya lagi.

Untuk besaran nilai perlindungannya, jumlah iurannya sesuai dengan nilai kontrak dan jangka waktu yang tertuang di SPK.

"Jadi kita mengacu pada SPK. Misal jangka waktu 3 bulan kita akan cover selama tiga bulan untuk siapa pun yang bekerja di situ," lanjutnya.

Suwilman Rahcmat nantinya pihak kontraktor yang akan mendaftar ke BPJS. Pendaftaran dihimbau dilakukan sejak awal proyek berlangsung. Agar bisa manfaatnya bisa optimal dirasakan para pekerjanya.

"Karena itu kita himbau pendaftaran dilakukan di awal sebelum pekerjaan jasa konstruksi dimulai. Agar manfaat bisa optimal," tutupnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini