nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Sudah Bayar Rp3,4 Triliun untuk Lahan Tol Batang-Semarang

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 14:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 17 320 1887719 pemerintah-sudah-bayar-rp3-4-triliun-untuk-lahan-tol-batang-semarang-WDeJXyNYCW.jpg Ilustrasi: Pemerintah Sudah Bayar Rp3,4 Triliun Lahan Tol Batang-Semarang (Foto Shutterstock)

JAKARTA - PT Jasa Marga Semarang Batang telah melakukan kerja sama pembiayaan proyek pembangunan tol Batang-Semarang. Pembangunan ini membutuhkan anggaran hingga Rp11,04 triliun dan progres telah mencapai 75,4%.

Anggaran tersebut dibagi menjadi dua yakni sebanyak 30% dari pemegang sahan dan 70% atau sebesar Rp7,731 triliun melalui pinjaman ke enam perbankan dan satu lembaga keuangan.

Direktur Keuangan dan Administrasi PT Jasa Marga Semarang Batang Heru Zulkarnaen mengatakan, untuk pembebasan lahan dilakukan oleh pemerintah melalui APBN. Untuk tol Batang-Semarang terlebih dahulu dilakukan dengan anggaran Jasa Marga sekitar Rp5,049 triliun.

Baca Juga:

Jasa Marga, PT SMI dan Enam Perbankan Biayai Tol Batang-Semarang

Bank Mandiri Kucurkan Rp2,5 Triliun untuk Biayai Ruas Tol Semarang-Batang

Setelah itu, dana tersebut akan dikembalikan pemerintah melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Namun, hingga saat ini pengembalian belum mencapai 100%.

"Kami sudah mengeluarkan dana talangan tanah itu Rp5,049 triliun dan dikembalikan LMAN sudah Rp3,4 triliun," ungkapnya di Kantor Jasa Marga, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

 

Selain itu, anggaran yang telah dikeluarkan sebesar Rp5,049 triliun untuk pembebasan lahan ini untuk beberapa bidang.

"Totalnya sudah 6.000 bidang karena memang Semarang-Batang harus diselesaikan untuk segera dibangung karena kita memaint sekarang karena LMAN belum maksimal," jelasnya.

 

Menurutnya, anggaran untuk pembebasan lahan tersebut belum 100% karena masih ada beberapa lahan yang belum bebas. Pasalnya saat ini pembebasan lahan baru mencapai 98,17%.

"Itu belum semuanya, jadi kita Rp6,1 triliun. Nah ini baru 85% atau 90% yang sudah menyerap (anggarannya)," tukas dia.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini