nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mau Ikut Lelang Rumah? Bisa Lewat Aplikasi Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 18:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 17 320 1887835 mau-ikut-lelang-rumah-bisa-lewat-aplikasi-ini-HnB29DkKkq.jpeg Foto: Giri Hartomo/Okezone

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BTN) mengeluarkan terobosan terbaru berupa lelang rumah bekas lewat aplikasi digital. Rumah yang dilelang merupakan hunian yang mengalami gagal bayar atau kredit macet (Non Performing Loan/NPL).

Direktur Collection & Asset Management Bank BTN Nixon Napitupulu mengatakan aplikasi lelang digital milik Bank BTN merupakan yang pertama kalinya di Indonesia khususnya yang digagas oleh perbankan. Dirinya bahkan meyakini jika tidak lama lagi, banyak sekali perbankan yang akan mengikuti apa yang dilakukan oleh bank BTN dengan menyediakan aplikasi lelang digital.

Baca Juga: Jual Rumah Lelang, BTN Targetkan Rp50 Miliar/Bulan

Dengan adanya aplikasi digital juga cukup membuktikan bank BTN merupakan Benchmark dari pembiayaan perumahan di Indonesia. Sebelumnya, Bank BTN juga lebih dahulu mengeluarkan istilah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang akhirnya digunakan oleh semua perbankan hingga sampai saat ini.

"Kita pertama kali. Intinya kita sangat fokus di KPR tapi saya percaya enggak lama lagi akan mengikuti. Makannya KPR lelang kita patenkan sama seperti KPR. Enggak sampai setahun lagi akan ada lelang dari bank lain," ujarnya saat ditemui dalam acara diskusi di Bebek Bengil, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya, akan banyak perbankan yang mengikuti karena aplikasi lelang digital cukup menggiurkan. Karena menurutnya, banyak sekali demand-nya yang ingin mencari rumah bekas baik untuk ditinggali sendiri maupun di jual kembali.

Adapun sejak diluncurkan total penjualan hingga pertengahan April ini mencapai 106 unit dengan nilai total Rp 30,7 miliar. Artinya, ada demand yang begitu besar dari para pencari rumah second tersebut.

“Nilai outstanding yang bisa dipulihkan dari aset properti tersebut mencapai Rp 1,4 triliun,” kata Nixon. 

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Terobosan KPR untuk PNS hingga TNI

Dengan demand yang begitu besar lanjut Nixon, hal tersebut tentunya akan berdampak besar bagi perseroan. Karena demand besar akan bisa menekan angka NPL dari perseroan.

"Kalau angka NPL di KPR yang di posting KPR Subsidi dan Non Subsidi itu nilainya sekitar Rp3,5 triliun. Kurang lebih jumlah rumahnya yang dimiliki 45 ribu rumah Se-Indonesia dan pasti NPL ada terus ya selalu ada tinggal dikelola dengan baik," ujarnya.

Selain memiliki keuntungan bagi perseroan, keuntungan juga akan didapatkan oleh masyarakat. Dengan adanya lelang rumah second berbasis digital, maka masyarakat akan lebih mudah lagi mencari rumah lewat online dengan harga yang relatif murah.

Tercatat, portal web dan aplikasi daring rumahmurahbtn yang diluncurkan pada tanggal 9 Januari 2018 dan peresmian melalui grand launching pada tanggal 9 Februari 2018 bertepatan dengan HUT ke-68 Bank BTN  sudah menampung rumah siap jual/lelang lebih dari 5.200 unit.   Sejak diluncurkan sampai sekarang aset yang terjual rata-rata dengan rentang harga Rp 300 – 900 juta dengan lokasi tersebar seperti : Serpong, Bekasi, Tangerang, Purwakarta, Semarang, Manado, Makassar, Kendari, Jambi, Pontianak, Balikpapan, Medan.

"Masyarakat bisa beli rumah dengan harga murah kondisinya untung-untungan ya tapi murah," ucapnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini