Image

Normalisasi Harga Daging Jelang Ramadan, Kemendag: Harga Maksimum Rp80.000

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 19:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 17 320 1887912 normalisasi-harga-daging-jelang-ramadan-kemendag-harga-maksimum-rp80-000-5aoHaFtlK0.jpg Rapat Koordinasi Kemendag di Medan (Foto: Wahyudi/Okezone)

MEDAN - Kementerian Perdagangan memerintahkan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menggelontorkan daging beku ke pasar dan ritel-ritel modern, guna mengintervensi harga daging sapi di masyarakat, yang selalu mengalami lonjakan setiap menjelang Ramadan dan Lebaran.

Perintah itu disampaikan langsung Sekretaris Jenderal Kemeterian Perdagangan Karyanto Suprih saat menggelar Rapat Koordinasi bersama Pemerintah Daerah di Sumatera Utara, di Gedung Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara, Selasa (17/4/2018).

Baca Juga: Menko Darmin: Impor Daging Tidak Selalu dari Australia

"Begitu juga di tingkat pedagang harus juga menyediakan daging beku, termasuk ritel modern juga harus menyediakan maksimum Rp 80 ribu. Kalau kurang kita pasok (impor) lagi. Saat ini stok kita 100 ribu ton,"tegasnya.

Selain daging, lanjut Karyanto, Kementerian Perdagangan juga menyoroti harga beras yang hingga kini belum stabil. Pihaknya pun telah menugaskan Bulog untuk menyalurkan berapa pun beras yang dibutuhkan masyarakat.

"Untuk stok beras saya kurang ingat. Pada prinsipnya Bulog tidak boleh kekurangan pasokan, terutama beras. Karena, Bulog sebagai pendistributor,"tandasnya.

Rapat koordinasi itu sendiri, jelas Karyanto, sebagai tindak lanjut atas penugasan dari Menteri Perdagangan kepada seluruh eselon I di lingkungan Kementerian Perdagangan untuk melakukan rapat koordinasi, untuk mendengarkan apa saja kelurahan di daerah terkait harga pangan, dan kebijakan apa yang harus segera diambil guna terciptanya stabilitas harga.

Baca Juga: Selidiki Daging Sapi Asal Brasil, Menko Darmin Nantikan Laporan Tim Kementan

"Untuk komoditi pangan lain, harus dijaga juga harganya dan jangan sampai saat hari keagamaan naik. Akibatnya, masyarakat mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya sehari-hari.

Seperti Minyak goreng Rp 12.500 dan minyak goreng kemasan Rp 11 ribu. Kemudian, Gula jual diatas Rp Rp 12.500 kita sikat dan tidak boleh itu‎. Semua stok itu, ada di Bulog," kata Karyanto.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini