Pembangunan Gedung di Bekasi Maksimal 40 Lantai

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 15:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 17 470 1887759 pembangunan-gedung-di-bekasi-maksimal-40-lantai-cDEaFMGkUO.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai membatasi bangunan gedung yang berdiri di wilayahnya hanya setinggi 40 lantai. Pembatasan tersebut lantaran saat ini mulai menjamur pembangunan gedung atau apartemen di Bekasi.

Batasan ini merujuk pada standar Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. “Kita batasi bangunan tinggi hanya boleh 40 lantai,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bekasi Koswara Hanafi. 

Baca Juga: Apa Alasan Menko Darmin Menata Ulang Kawasan Jabodetabek Punjur?

Ketinggian bangunan bertingkat di Kota Bekasi sebetulnya sudah diatur sejak ada aturan KKOP yang diterbitkan Kementerian Perhubungan. Kawasan ini termasuk wilayah-wilayah yang berkategorikan kawasan kemungkinan bahaya kecelakaan. Apalagi secara estetika kota pembangunan gedung di pusat kota merupakan batas tertinggi yang diperbolehkan Pemkot Bekasi. Adapun pusat kota yang dimaksud yakni Jalan Ahmad Yani sepanjang 4,2 km yang menjadi jalan protokol di Bekasi. Semakin ke pinggir kota bangunan akan semakin rendah. 

(Ilustrasi: Shutterstock)

Dalam prinsip ekonomi pengembang akan berpikir panjang apabila membangun gedung tinggi di kawasan pinggiran. “Skyline-nya memang seperti itu, makin ke pinggir semakin rendah bangunannya,” kata Koswara. Berdasarkan dasar standar KKOP tentunya semakin dekat kawasan Bandara Halim Perdanakusuma, bangunan akan semakin rendah. Bila melanggar ketinggian dapat membahayakan standar operasional keselamatan penerbangan. Adapun beberapa kawasan yang dianggap berdekatan dengan Bandara Halim Perdanakusuma yakni Pondok Gede dan Jatiwaringin. 

Baca Juga: Bangun Kota dengan Teknologi Geolistrik

“Bangunan di sana pasti rendah. Semakin dekat mungkin hanya diperbolehkan dua lantai,” ucapnya. Kabid Perencanaan Dinas Tata Ruang Kota Bekasi Erwin Guwinda menuturkan, pihaknya masih menerbitkan izin pembangunan gedung-gedung tinggi sesuai permohonan pengembang. Saat ini masih dibahas dasar hukum pengaturan ketinggian bangunan. “Dengan konsekuen si saat ada payung hukumnya pengembang bersedia memangkas tinggi gedung yang sudah mereka bangun,” katanya. Menurut dia, belum ada apartemen yang dibangun melebihi perhitungan dasar tinggi bangunan. 

Misalnya, apartemen Lagoon yang dibangun di pusat kota Bekasi masih punya batas ketinggian yang wajar. Ke depan jika ada yang melanggar, akan dilakukan penegakan hukum. “Kita masih tunggu dasar payung hukumnya,” tambahnya. 



(Abdullah M Surjaya)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini