nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia-AS Sepakat Tingkatkan Perdagangan dan Investasi

ant, Jurnalis · Rabu 18 April 2018 19:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 18 320 1888446 indonesia-as-sepakat-tingkatkan-perdagangan-dan-investasi-wKGtv0yiWt.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara khususnya bidang perdagangan dan investasi yang diharapkan mampu memberikan keuntungan yang sama bagi kedua belah pihak.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita seusai melakukan pertemuan dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr mengatakan bahwa kunci untuk meningkatkan perdagangan adalah perdagangan yang adil, perdagangan bebas dan saling menguntungkan.

"Untuk investasi, ada dua kata kunci, yaitu keterbukaan dan kompetitif. Kami sepakat untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi," kata Enggartiasto di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Baca Juga: Mendag : Somalia Pasar Potensial Indonesia

Amerika merupakan negara tujuan ekspor utama Indonesia, tercatat total ekspor Indonesia pada Januari-Maret 2018 ke Negeri Paman Sam tersebut mencapai USD4,42 miliar, sementara impor sebesar USD2,13 miliar. Indonesia mengantongi surplus senillai USD2,28 miliar pada periode tersebut.

Enggartiasto menyampaikan keinginan supaya Indonesia tidak dimasukkan dalam daftar 16 negara yang menyumbang defisit perdagangan terhadap Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengidentifikasi adanya 16 negara mitra dagang utama yang memiliki neraca perdagangan tidak seimbang selama 2016. Berada di urutan pertama adalah China yang menyumbang defisit mencapai USD347 miliar. Disusul oleh Jepang sebesar USD68,9 miliar, Meksiko sebesar USD63,2 miliar, Irlandia USD35,9 miliar, dan Vietnam senilai USD32 miliar.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

Beberapa negara lain yang juga menyumbang defisit neraca perdagangan AS adalah India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Perancis, Taiwan, Kanada, dan termasuk Indonesia.

"Kami sudah menyampaikan permintaan supaya kita tidak masuk dalam 16 negara tersebut. Jangan dilihat peta pada 2017 saja, tapi juga perkembangan pada 2018. Salah satu maskapai Indonesia juga telah menandatangani nota kesepahaman pembelian pesawat Boeing, dan masih banyak yang lain," ujar Enggartiasto.

Dalam kesempatan tersebut, Donovan mengatakan bahwa pembicaraan yang dilakukan dengan Enggartiasto memberikan pandangan positif. Kedua negara sepakat untuk bisa meningkatkan perdagangan dan investasi secara keseluruhan.

Baca Juga: Indonesia-Somalia Tingkatkan Kerjasama Perdagangan

"Kami sepakat, tiga kata kunci untuk perdagangan itu. Tapi kami juga meminta keterbukaan dan kompetitif untuk investasi," kata Donovan.

Beberapa komoditas ekspor Indonesia ke Amerika Serikat yang mengalami peningkatan ekspor pada Maret 2018 dibanding Februari antara lain adalah alas kaki yang naik sebesar 46,07%, barang rajutan 26,29%, serta besi baja yang naik dari USD2,13 juta menjadi USD35,3 juta.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini