nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia-Norwegia Dorong Penyelesaian EFTA-CEPA

ant, Jurnalis · Rabu 18 April 2018 21:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 18 320 1888491 indonesia-norwegia-dorong-penyelesaian-efta-cepa-QNjyBYqFs3.jpg Foto: Menteri Perdagangan Enggartiasto (Antara)

JAKARTA - Indonesia dan Norwegia sepakat untuk mendorong penyelesaian perjanjian kerja sama Indonesia-European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EFTA CEPA) yang diharapkan bisa saling menguntungkan kedua belah pihak.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa, kesepakatan antara Indonesia dan Norwegia tersebut dinyatakan setelah dirinya bertemu dengan Menteri Perikanan Norwegia Per Sandberg, di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Baca Juga: Indonesia-AS Sepakat Tingkatkan Perdagangan dan Investasi

"Mereka menyampaikan harapannya mengenai finalisasi atau penyelesaian Indoensia-EFTA CEPA. Kita sudah sepakat, bahwa kita upayakan perjanjian itu segeras selesai, karena (perundingan) sudah berjalan lama," kata Enggartiasto.

EFTA merupakan sebuah blok dagang alternatif bagi negara--negara Eropa yang tidak bergabung dalam Uni Eropa. EFTA yang dibentuk sejak 1960 tersebut hanya beranggotakan empat negara yaitu, Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein.

Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan bahwa, kedua belah pihak menginginkan adanya perbaikan-perbaikan dari beberapa poin yang adal dalam kesepakatan tersebut.

Mendag Enggartiasto Lukita Ingat 3 Tugas dari Presiden Jokowi

Iman menjelaskan, EFTA menginginkan Indonesia untuk memperbaiki kategori komitmen, karena dianggap masih belum memberikan penawaran yang lebih baik. Sementara Indonesia menginginkan pihak EFTA melakukan perbaikan khususnya untuk produk-produk agrikultur.

"Tapi yang paling utama, soal investasi, karena jika bicara pasar, potensinya tidak terlalu besar. Tapi, potensi investasi mereka untuk datang dan berinvestasi adalah soal teknologi yang ditransfer, itu fokus kita. Secara umum tinggal memperbaiki, tidak perlu dibongkar semua," kata Iman.

Hal lain yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut adalah, Indonesia menyampaikan keberatan soal pernyataan Parlemen Norwegia ang mengusulkan kepada pemerintah untuk melarang pengadaan publik dari minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya.

Baca Juga: Mendag : Somalia Pasar Potensial Indonesia

"Tadi kami sampaikan juga mengenai keberatan kita atas pernyataan dari parlemen Norwegia tentang usulan mereka terkait CPO. Menteri Perikanan Norwegia menyampaikan bahwa itu tidak mengikat, dan pemerintah juga sudah menolak," ujar Enggartiasto.

Tercatat, pada 2017, ekspor Indonesia ke negara-negara EFTA mencapai USD1,3 miliar, sementara impor dari empat negara tersebut sebesar USD1,1 miliar, sehingga, neraca perdagangan Indonessia dengan EFTA masih mencatatkan surplus kurang lebih senilai USD200 juta.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini