Image

Alasan BI Tahan Suku Bunga Selama 7 Bulan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 19 April 2018 22:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 19 20 1889051 alasan-bi-tahan-suku-bunga-selama-7-bulan-cQE6VifQ76.jpg Bank Indonesia. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tetap menahan suku bunga acuan di level 4,25%. Padahal, Amerika Serikat dan sejumlah negara maju lainnya memiliki tren kenaikan pada suku bunga acuannya. BI telah menetapkan suku bunga acuan sebesar 4,25% sejak September 2017. Artinya sudah 7 bulan BI tidak menaikkan atau menurunkan besaran suku bunga tersebut.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, ada beragam faktor membuat Bank Sentral memutuskan untuk menahan, dengan tetap memperhatikan semua risiko yang ada. 

Baca Juga: BI: Dana Asing Masuk ke RI Capai Rp10,8 Triliun

"Khususnya risiko yang mengarah pada pencapaian inflasi dan nilai tukar yang tercermin dari keseimbangan di current account (transaksi berjalan). Sampai dengan posisi hari ini, kita melihat risiko-risiko terhadap faktor itu tetap ada," ujarnya saat konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (19/4/2018). 

Namun menurutnya, hingga saat ini Bank Sentral melihat inflasi masih terjaga sesuai sasaran 3,5% plus minus 1%.

Begitu pula pada transaksi berjalan, yang memang memiliki kecenderungan kenaikan defisit di tahun ini ketimbang 2017 tetapi hingga kini tetap terjaga di level aman yakni di bawah 3% dari PDB.  

Jempol 2 Dody Budi Waluyo Usai Dilantik Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia

"Di dalam proyeksi kita untuk current account defisit di antaranya 2%-2,5%," katanya. 

Dengan melihat pertimbangan tersebut, maka kenaikan suku bunga dinilai malah akan mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi.

"Tentunya kita tidak menginginkan adanya perubahan suku bunga, dalam hal ini kenaikan. Karena justru nanti akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang momentumnya berlangsung," jelasnya. 

Baca Juga: BI: Penambahan Libur Lebaran Tingkatkan Konsumsi

Ke depan arah kebijakan BI, dikatakan Dody, akan tetap netral. Dimana resiko yang terlihat juga mengindikasikan ruang penurunan suku bunga juga relatif kecil. Dia menegaskan, BI akan terus mendorong momentum pemulihan ekonomi yang terus berjalan di tengah risiko global yang perlu diwaspadai. 

"Kita masih terus menjaga stabilitas di tengah-tengah risiko global perekonomian yang masih kita waspadai," ujarnya. 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini