nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengurai Penumpukan Penumpang di Stasiun Duri, Bagaimana Caranya?

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 19 April 2018 13:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 19 320 1888738 mengurai-penumpukan-penumpang-di-stasiun-duri-bagaimana-caranya-Zqnllle8df.jpg Foto: Penumpukan Penumpang di Stasiun Duri (Antara)

JAKARTA – Penumpukan penumpang commuter line Tangerang-Duri membuat Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat, semakin padat dan semrawut.

Hal ini diperparah dengan kondisi Stasiun Duri yang menjadi transit penumpang dan kereta. Akibatnya, setiap pagi dan sore hari, peron di stasiun tersebut penuh sesak dengan penumpang.

Kendati Stasiun Duri telah diperluas, hal itu tidak mengurangi kepadatan penumpang. Apalagi, banyak calon penumpang yang membeli Kartu Multitrip (KMT) untuk commuter line secara manual lantaran tidak tersedianya vending machine. Kondisi itu memicu antrean panjang di loket pembelian.

 Baca Juga: Penumpang Stasiun Duri Membludak, Menhub Minta Maaf

Temi, 30, warga Tangerang menuturkan, setiap hari dirinya harus berdesak-desakan untuk bisa menggunakan commuter line dari Tangerang menuju kantornya di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

“Dahulu belum sepadat ini. Baru sekitar sebulan lalu, sangat padat,” ucap Temi kemarin.

Pria yang turun di Stasiun Karet ini menambahkan, untuk mengurai kepadatan, petugas keamanan mengalihkan penumpang commuter line dari arah Tanah Abang dan Jati negara di peron 1 dan 2 yang akan ke Tangerang ke peron 3 dan 4 melalui jalur bawah menyeberangi rel dan tidak menggunakan eskalator.

“Kalau lewat atas sering ketinggalan ke reta,” ucap Reva, 26, penumpang lainnya.

Baca Juga: KRL Tambah Kapasitas Angkut Duri-Tangerang

Menanggapi hal itu, Vice President Coorporate Communication PT KCI Eva Chairunissa membantah bila kondisi Stasiun Duri semakin padat dan semrawut. Dia menilai kepadatan yang terjadi merupakan hal biasa di sejumlah stasiun commuter line saat jamjam sibuk atau peak hour.

“Secara logika itu biasa aja karena dari seluruh perjalanan commuter tercatat Tangerang-Duri yang paling rendah, hanya 9% dari seluruh rangkaian commuter line,” ucapnya.

Eva mengaku telah berupaya mengurai kepadatan di Stasiun Duri dengan cara menambah rangkaian kereta commuter hingga menambah jumlah perjalanan dari Duri-Tangerang ataupun dari arah sebaliknya. Eva menyebut, setiap harinya empat kereta yang ada melayani 92 perjalanan dari sebelumnya hanya 80 perjalanan.

“Kalau Kereta Bandara telah angkut penumpang di sana, maka peron 5 nanti tidak lagi mengangkut perjalanan commuter line,” kata Eva.

Terkait penerapan ganjil genap yang diberlakukan di sejumlah ruas tol, pihaknya belum melakukan kajian terhadap jumlah penumpang. Menurut dia, peningkatan penumpang sebagai efek dari penerapan kebijakan ganjil genap baru terlihat seminggu ke depan. “Tapi yang jelas, pasti ada tambahan. Acuannya, seperti Bekasi yang alami penambahan karena sistem tol,” tutupnya. (Yan Yusuf)

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini