nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Samakan Menabung dengan Investasi, Ini Perbedaannya

Agregasi Minggu 22 April 2018 15:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 20 278 1889368 jangan-samakan-menabung-dengan-investasi-ini-perbedaannya-GaBg9nCtrs.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Walau dari kecil sudah dikenali tentang keuangan, tetap saja ketika sudah beranjak dewasa kita tidak mau memperluas pengetahuan finansialnya. Kebanyakan orang hanya tau soal, cara mendapatkan uang, dan menghabiskan uang. Padahal, masih banyak yang perlu dipelajari soal keuangan sehingga kita bisa meminimalisir kesalahan pada pengelolaan keuangan.

Nah, salah satu permasalahan keuangan yang sering kali menjadi perbincangan di kalangan masyarakat awam ialah mereka beranggapan menabung dan investasi itu sama atau menabung salah satu bentuk dari investasi. Apa benar begitu?

Ternyata, anggapan tersebut keliru alias tidak benar, sebab keduanya memiliki arti yang berbeda.

Menabung dan investasi, di kupas dari sisi definisi, karakteristik dan jenis produk, keduanya berbeda. Agar ilmu pengetahuan soal keuangan Anda bertambah, berikut beberapa penjabaran yang harus dipahami tentang perbedaan menabung dan investasi.

Definisi Menabung dan Investasi

Menabung merupakan kegiatan menyimpan uang yang disisihkan dari penghasilan harian atau bulanan. Pada umumnya tabungan disimpan di tempat yang aman. Walau dari kecil sudah diajarkan menabung di celengan, namun pada zaman now, kebanyakan orang sudah beralih ke tempat yang lebih aman, yaitu bank. Nah, tabungan tersebut menyimpan uang yang Anda. Selanjutnya, uang di tabungan bisa ditarik sewaktu-waktu ketika Anda membutuhkannya.

Sementara, investasi adalah pembelian aset moneter yang memiliki nilai, di mana nilai sejumlah dana yang Anda investasikan bisa berpotensi meningkat dan sebaliknya, menurun. Investasi ini juga memiliki keuntungan yang sangat besar dalam jangka waktu lama, yaitu dapat menambah jumlah kekayaan yang dimiliki.

Karakteristik Menabung dan Investasi

1. Tujuan

Uang yang disimpan dalam bentuk tabungan, pada umumnya bisa digunakan saat diperlukan ketika keadaan mendesak. Maka menabung bisa dikategorikan simpanan jangka pendek.

Hal tersebut sangat berbeda dengan investasi yang memiliki tujuan utama sebagai bentuk simpanan jangan panjang. Biasanya setiap investasi memiliki periode tertentu, misalnya saja jangka waktu 5 tahun, 10 tahun bahkan lebih. Dengan begitu, sebagai investor memiliki harapan yang lebih di masa yang akan datang.

2. Akses Penggunaannya

Pada umumnya menabung memiliki sifat yang lentur. Jadi, akses penggunaannya pun sangat mudah sehingga bisa leluasa menggunakannya. Sebaliknya dengan investasi yang memiliki sifat tidak lentur karena memiliki periode yang telah ditentukan. Maka, sulit digunakan. Namun, tergantung pada jenis investasi yang dipilih. Misalnya saja emas yang lebih mudah digunakan dibandingkan dengan jenis investasi lainnya.

3. Tingkatan Risiko

Mengingat jumlah dana yang disetorkan pada investasi lebih besar dibandingkan tabungan, selain itu imbal hasil dari investasi umumnya lebih tinggi ketimbang bunga bank. Oleh sebab itu, bisa diartikan kalau tingkatan risiko pada investasi jauh lebih tinggi daripada menabung yang memiliki risiko rendah.

Risiko lainya, investasi jauh lebih tinggi karena rentan juga dengan investasi bodong dengan -iming imbal hasil yang fastastis dalam waktu singkat. Sangat penting, sebagai investor cerdaslah memilih jenis dan perusahaan investasi yang tepat.

4. Sumber Keuntungan

Jika menabung di celengan tentunya tida akan mendapatkan keuntungan lebih, tapi kalau lakukan di bank maka terdapat keuntungan yang bisa didapatkan, yaitu berupa bunga. Sementara sumber keuntungan pada investasi yang bisa didapat yaitu imbal hasil.

Baca Juga: Tabungan dan Investasi dari Gaji UMR, Cukupkah untuk DP Rumah?

Jenis Menabung

1. Celengan atau Simpan di Rumah

Menggunakan celengan kini memang sudah tidak digandrungi orang tapi sebagian kecil masih ada yang melakukan hal ini. Keuntungan menabung di rumah, yaitu bisa dibutuhkan kapan saja. Selain itu, tidak memiliki risiko hanya saja perlu menjaganya dengan baik. Jangan sampai Anda sudah menyimpang sejumlah uang yang cukup banyak lalu terjadi musibah seperti pencurian atau kebakaran yang melenyapkan uang tabungan Anda.

Ilustrasi (Shutterstock)

2. Tabungan

Secara umum, tabungan memang tidak memiliki risiko bahkan kontrol dan suku bunganya relatif rendah yakni sebesar 6% per tahun. Tabungan ini dapat dicairkan kapan saja sesuai dengan kebutuhan. Transaksi yang tergolong sangat mudah membuat jenis tabungan ini banyak dipilih kebanyakan orang.

Tentunya, menabung di bank juga ada potongan biaya administrasi per bulan yang dibebankan kepada nasabah. Namun menabung di bank ini jauh lebih aman ketimbang di rumah. Simpanan Anda juga dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar apabila terjadi kegagalan di bank terkait.

3. Deposito

Deposito memiliki keuntungan berupa bunga yang lebih besar daripada tabungan, dan tingkat risikonya rendah. Deposito mempersyaratkan sejumlah uang yang harus disimpan dan tidak dapat ditarik dalam periode tertentu. Umumnya, deposito mulai dari Rp10 juta dengan tempo 1 bulan dengan bunga mulai dari 4% per tahunnya, tergantung dari penawaran masing-masing. Lalu, apabila deposito Anda dicarikan, maka Anda akan dikenai denda karena mencarikan sebelum jatuh tempo waktunya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini