Cerita Ajaib, Mentan Beri Kesaksian Ada Demo Harga Ayam Kemahalan vs Kemurahan

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 20 April 2018 11:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 20 320 1889216 cerita-ajaib-mentan-beri-kesaksian-ada-demo-harga-ayam-kemahalan-vs-kemurahan-bhew740gkX.jpg Mentan Ekspor Ayam Olahan (Foto: Feby Novalius/Okezone)

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku, senang karena PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk bisa melakukan ekspor perdana produk unggas, pakan ternak dan minuman sebanyak 11 kontainer ke Jepang dan Timor Leste.

Meski bangga adanya produk dalam negeri yang sudah bisa bersaing di pasar internasional, Amran mengaku ada cerita menarik soal ayam sebelum bisa ekspor seperti sekarang ini.

Baca juga: Mentan: Akhirnya Setelah 4 Tahun Indonesia Ekspor Ayam ke Jepang

 Mentan Ekspor Makanan Olahan (Feby Novalius/Okezone)

"Ketika awal jadi menteri pada 20 Oktober 2014, ada dua demo kepada saya. Pertama, soal harga ayam tinggi dan ada 320 orang demo soal harga ayam terlalu rendah. Ini unik dan ajaib, dua demo satu hal yang sama, kami terima satu-satu," cerita Amran, di Kantor Pusat CPI, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

 Baca juga: Mentan Lepas 11 Kontainer Produk Olahan dan Pakan Ternak ke Jepang Serta Timor Leste

Dari demo itu, Kementan pun mengambil jalan tengah untuk memudahkan produsen dan konsumen. Di mana sesuai arahan Presiden, setiap regulasi yang sekiranya menghambat harus dipermudah.

 Mentan Ekspor Makanan Olahan (Feby Novalius/Okezone)

"Produsen dan peternak mau ubah regulasi, ya kita silakan. Apa yang mempermudah. Kementan jadi penengah, regulasi bongkar sesuai kemauan Anda begitu juga peternakan kecil. Akhirnya sepakat kami tanda tangan," tuturnya.

Demo soal ayam, kata Amran, ternyata belum juga selesai. 1 bulan kemudian ada demo lagi, di mana produsen dan peternak meminta revisi regulasi yang sebelumnya telah dibuat sendiri. Kementan pun kembali menengahi supaya hal hasil akhirnya berjalan baik.

"Kita undang Charoen Pokhpand, Japfa dan lainnya. Saya katakan bapak mari kita hidup bersama mengibarkan merah putih bersama untuk masyarakat," tuturnya.

Pada akhirnya, semua pun berjalan lancar. Di mana hari ini, Indonesia sudah bisa ekspor ayam bahkan ke Jepang, negara yang persayaratan untuk produk konsumennya sangat ketat.

"Kita urus ekspor 4 tahun, dulu impor hari ini setelah 4 tahu kembalikan dari impor jadi ekspor. Sekali lagi, Charoen kita meletakan sesuatu bisa menembus pasar Jepang," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini