nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mentan Klaim Ekspor Ayam Naik 1.800% pada 2017

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 20 April 2018 15:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 20 320 1889321 mentan-klaim-ekspor-ayam-naik-1-800-pada-2017-j5MRzDLuES.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pertanian telah mendorong peningkatan kualitas ekspor produk dalam negeri diantaranya menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare) hingga memperhatikan Sertifikat Veteriner sebagai bentuk penjaminan pemerintah terhadap pemenuhan persyaratan kelayakan dasar dalam sistem jaminan keamanan pangan produk hewan.

Melalui kebijakan tersebut, kontribusi sub sektor peternakan untuk ekspor Indonesia pun sangat fantastis. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pencapaian nilai ekspor komoditas sub sektor peternakan 2017 mengalami peningkatan sebesar 14,85% dibandingkan 2016. Nilai ekspor USD623,9 juta atau setara dengan Rp8,5 triliun.

Baca juga: Usai Jepang, Mentan Targetkan Kuasai Ekspor Ayam di Asia

 Mentan Amran Sulaiman (Okezone)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, kontribusi volume ekspor 2017 untuk sub sektor peternakan merupakan yang terbesar pada kelompok hasil ternak, yakni sebesar 64,07%. Salah satunya adalah daging ayam.

"Negara tujuan ekspor sub sektor peternakan terbanyak adalah Hongkong sebesar 23,10% dan China 21,96%," tuturnya, di di Kantor Pusat CPI, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Secara khusus, ekspor daging ayam tahun 2017 mencapai sebesar 325 ton atau meningkat 1.800% dibandingkan tahun sebelumnya. Begitu juga dengan ekspor telur unggas sebanyak 386 ton atau meningkat 27,39% dibanding 2016.

“Peningkatan ekspor berbagai komoditi pertanian termasuk produk peternakan ini tentunya akan meningkatkan perekonomian negara,” ungkapnya.

 Mentan Ekspor Makanan Olahan (Feby Novalius/Okezone)

Secara umum, lanjut Amran, sub sektor peternakan Indonesia turut meningkatkan ekonomi negara. Selama 2015-2017 misalnya, rata-rata pertumbuhan volume ekspor mencapai 8,16%, dan nilai ekspornya sebesar 18,69%.

Selain itu, salah satu komoditas sub sektor peternakan yang memiliki potensi ekspor lainnya adalah pakan ternak. Produksi pakan ternak di Indonesia tersebar pada 82 pabrik pakan di 11 provinsi.

Pada 2017, menghasilkan pakan ternak sebanyak 18,2 juta ton. Selama periode 2015-2018, volume ekspor bahan pakan ternak sebanyak 635.293,6 ton dengan nilai Rp1,19 triliun.

Ekspor juga sudah dilakukan untuk komoditas obat hewan, yang sejak tahun 2015 sudah ekspor dengan nilai Rp17,50 triliun ke 87 negara. Begitu juga dengan ekspor telur ayam, kambing dan domba, serta susu dan produk olahannya.

"Sejauh ini, secara keseluruhan peternakan Indonesia sudah mampu menembus lebih dari 110 negara," tuturnya.

Kementerian Pertanian terus mendorong pelaku usaha perunggasan untuk melakukan industrialisasi perunggasan nasional, sehingga akan mampu melakukan ekspor dan bersaing di perdagangan global. Selain peningkatan kuantitas dan kualitas, kemampuan membaca peluang dunia perlu ditingkatkan karena permintaan global masih cukup besar.

Salah satunya adalah pasar nontradisional di Timur Tengah dan negara-negara mayoritas muslim untuk produk bersertifikasi halal.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini