nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Puasa, Satgas Pangan Akan Kumpulkan Stakeholder

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 20 April 2018 16:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 20 320 1889384 jelang-puasa-satgas-pangan-akan-kumpulkan-stakeholder-EcksDPxZYh.jpg Bahan Pangan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan bersiap melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap harga dan stok pangan menjelang Ramadan dan Lebaran 2018. Memulai persiapan tersebut, Satgas Pangan akan melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait.

"Kemudian minggu depan kita rencana mengundang stakeholder terkait untuk sama-sama membahas beberapa komoditas strategis. Tapi saya yakin dengan situasi sekarang ini tidak ada harga yang melonjak terlalu tinggi," tutur Kepala Satuan Tugas Pangan Setyo Wasisto, di Kantor Pusat CPI, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Selain itu, Setyo juga meminta para media untuk juga bekerja sama untuk memantau harga. Dengan demikian, maka harga yang dilaporkan akan sesuai dengan fakta.

Baca Juga: Kebutuhan Daging Selama Ramadan 119.000 Ton, dari Mana Impornya?

"Tolong faktanya dilihat, apakah harga itu naik atau tidak. Naiknya harus dilihat kalau lihat di Pasar Palmerah, besok ngeceknya juga Pasar Palmerah. Harus di satu tempat yang sama, komoditas yang sama," tuturnya.

Nantinya Tim Satgas Pangan juga akan melihat distribusi pasokan pangan seperti apa. "Kita melakukan evaluasi dan mengumpulkan sekarang ini. Tiap hari kan kita evaluasi terus, dari beras gula semuanya dalam kondisi bagus," tuturnya.

  Daging (Ilustrasi: Okezone)

Meski demikian, Satgas Pangan tentu tidak bisa kerja sendiri. Mesti ada dukungan bersama seluruh stakeholder Kementan, Kementerian Perdagangan, KPPU dan semua yang terkait masalah pangan.

"Kami dari Satgas Pangan tentunya kita beranjak dari mengecek stok dulu, kalau stok aman, kita berharap rantai distribusi aman. Karena rantai distribusi penting ketika stok aman cukup, karena rantai distribusi ada penyimpang pasti di tingkat konsumen terjadi lonjakan harga yang signifikan," ujarnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini