Image

Mei, Akses Jalan Menuju Bandara Kertajati Berfungsi Penuh

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 21 April 2018 12:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 21 320 1889699 mei-akses-jalan-menuju-bandara-kertajati-berfungsi-penuh-fUfhuNw3AU.jpg Foto: Jalan Bandara Kertajati (Koran Sindo)

MAJALENGKA – Progres pembangunan akses jalan menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) terus dikebut seiring akan beroperasinya bandara yang berlokasi di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka tersebut.

Hingga pertengahan April 2018 ini, progres pembangunan fisik jalan nontol itu sudah lebih dari 50%.

“Diharapkan bulan depan sudah bisa difungsikan,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat Dedi Taufik di Majalengka kemarin.

Baca Juga: Ombudsman Larang Pemberangkatan Haji dari Bandara Kertajati, Apa Alasannya?

Menurut Dedi, pembangunan fisik jalan nontol ini dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan panjang mencapai 1,8 kilometer dan lebar 50 meter. Pengerjaan fisik jalan dilakukan setelah 24 hektare lahan yang dibutuhkan selesai di bebaskan pada Desember 2017 oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

Dedi mengatakan, keberadaan akses jalan nontol ini cukup vital karena menjadi penghubung bandara ke jalur arteri Kabupaten Majalengka dan ber jarak sekitar empat kilometer dari gerbang tol (GT) Ker tajati.

“Akses nontol adalah akses utama karena menjadi akses yang dibutuhkan untuk aksesibilitas menuju bandara,” katanya.

 

Lebih jauh Dedi mengatakan, akses jalan menuju Bandara Kertajati pun nantinya akan terhubung dengan tol Cikampek-Palimanan (Cipali). Saat ini pembebasan lahannya tengah dilakukan Pemprov Jabar. Akses jalan menuju bandara itu nantinya akan terhubung dengan interchange Kilometer (KM) Tol Cipali. Diper kira kan pembangunan fisik akses jalan tol tersebut akan dimulai pada 2019 seiring dengan rampungnya tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Integrasi Transportasi Umum

Dalam kesempatan itu, Dedi juga mengatakan bahwa pi haknya tengah menyiapkan aksesibilitas transportasi berbasis jalan raya sebelum jalur kereta api terhubung dengan Bandara Kertajati. Sejauh ini, kata Dedi, moda transportasi yang telah di siapkan baru satu, yakni angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dari jurusan Bandung-Indramayu dengan rute Bandung-Sumedang-Kadipaten-Kertajati- Indramayu.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Bandara Kertajati Titik Pertumbuhan Ekonomi Baru

Untuk menambah fasilitas ang kutan ke Bandara Kertajati dari Bandung dan Cirebon, rute baru pun tengah disiapkan dengan moda transportasi baru, yakni antar jemput dalam provinsi (AJDP). Sementara rute dari dan ke kabupaten/kota lainnya segera menyusul.

“Rutenya sementara ini (Bandung dan Cirebon), bisa memakai tol Purbaleunyi dan tol Cipali,” ujarnya.

 

Pihaknya pun kini tengah menyiapkan rute transportasi lainnya untuk memudahkan masyarakat di seluruh kabupaten/kota di Jabar menjangkau Bandara Kertajati secara langsung. Nantinya, moda transportasi dari berbagai rute tersebut akan melayani kebutuhan angkutan darat berbasis bus.

“Jadi, masyarakat yang akan me nuju Bandara Kertajati akan semakin mudah mengakses transportasi berbasis jalan raya. Integrasi intermodanya antara terminal dan bus. Kita sedang rencanakan untuk menghubungkan Bandara Kertajati dengan terminal lainnya,” jelas Dedi, seraya berharap kehadiran Bandara Kertajati juga membuka peluang usaha baru dalam bidang transportasi. (Agung Bakti Sarasa)

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini