Pasar Saham Asia Tak Banyak Bergerak Menanti Laporan Keuangan Emiten Big Caps

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 23 April 2018 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 23 278 1890162 pasar-saham-asia-tak-banyak-bergerak-menanti-laporan-keuangan-emiten-big-caps-NQK1DuxRAL.jpg Ilustrasi Indeks Asia. (Foto: Reuters)

SYDNEY - Pasar saham Asia dibuka tidak banyak berubah, karena investor mencermati laporan pendapatan dari perusahaan-perusahaan terbesar di dunia. Meski demikian, mereka tetap waspada terhadap imbal hasil obligasi yang mendekati puncak tinggi.

Indeks MSCI, terluas dari saham Asia Pasifik di luar Jepang, merosot 0,1%, dengan indeks Korea Selatan .KS11 turun 0,2%. Sedangkan indeks Nikkei Jepang .N225, bergerak mendatar karena saham teknologi terus berjuang karena adanya penurunan permintaan untuk ponsel.

Pasar juga cemas menunggu survei manufaktur global periode April, untuk melihat apakah pelambatan ekonomi pada kuartal pertama hanya fase yang terkait dengan cuaca buruk dan liburan Tahun Baru Imlek.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa krisis nuklir Korea Utara masih jauh dari terselesaikan, membuat catatan tersendiri untuk investor yang berhati-hati sehari, setelah Korea Utara berjanji untuk mengakhiri uji coba nuklirnya.

Harga minyak melemah pada awal perdagangan tetapi tidak jauh dari tertinggi sejak akhir 2014. Pasar sempat melemah tajam, ketika Trump men-tweet kritik terhadap OPEC dalam mendorong harga minyak mentah global.

Minyak mentah Brent berjangka LCOc1 turun 13 sen menjadi USD73,93 per barel, sementara minyak mentah AS CLc1 turun 16 sen menjadi USD68,24.

Di sisi lain, meningkatnya imbal hasil obligasi telah menekan Wall Street pada akhir pekan kemarin, meskipun indeks S&P 500 .SPX masih berhasil mengakhiri minggu dengan sedikit kenaikan.

Lebih dari 180 perusahaan di indeks S&P 500 akan melaporkan hasil minggu ini, termasuk Amazon, Alphabet, Facebook, Microsoft, Boeing dan Chevron.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini