nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Bersih BNI Capai Rp3,66 Triliun, Naik 13,3%

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 23 April 2018 16:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 23 278 1890360 laba-bersih-bni-capai-rp3-66-triliun-naik-13-3-strdL3Giae.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat laba bersih sebesar Rp3,66 triliun pada Kuartal I-2018. Angka ini tumbuh 13,3% dibandingkan laba pada Kuartal I-2017 sebesar Rp3,23 triliun.

Melansir keterbutkaan informasi yang diterbitkan perseroan, Senin (23/4/2018), pertumbuhan laba tersebut, ditopang oleh kinerja penyaluran kredit pada Kuartal I-2018 yang meningkat sebesar 10,8% dibandingkan periode yang sama di 2017.

"Pertumbuhan kredit ini, mendorong Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/ NII) BNI tumbuh 9,5% pada Kuartal I-2018. Laba BNI juga mendapatkan kontribusi dari pertumbuhan Pendapatan Non Bunga (Non Interest Income) sebesar 18,5%," jelas Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo.

Baca Juga: BNI Terima Setoran Pajak Rp183 Triliun pada 2017

Dia mengatakan, BNI mencatatkan penyaluran kredit pada Kuartal I-2018 sebesar Rp439,46 triliun atau tumbuh 10,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Rp396,52 triliun). "Dengan penyaluran kredit tersebut, BNI mampu mencatatkan Pendapatan Bunga Bersih pada Kuartal I-2018 sebesar Rp8,5 triliun," jelasnya.

Selain itu, BNI juga berhasil membukukan Pendapatan Non-Bunga sebesar Rp2,65 triliun pada Kuartal I-2018 atau meningkat 18,5% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,23 triliun.

"Peningkatan Pendapatan Non-Bunga ini didorong oleh peningkatan kontribusi fee (komisi) dari segmen business banking, antara lain komisi dari trade finance yang tumbuh 47,7%," tutur dia.

Adapun pendapatan Non-Bunga BNI, juga ditopang oleh pertumbuhan transaksi pada bisnis Consumer & Retail, antara lain dari pengelolaan rekening, transaksi kartu kredit, serta transaksi kartu debit. Pertumbuhan pendapatan non bunga ini jauh melampaui pendapatan non-bunga di industri perbankan yang tumbuh negatif 4,2%.

(mrt)