Kemendag Terkejut Tahu Banyak Pelabuhan Ilegal di Kepulauan Riau

ant, Jurnalis · Senin 23 April 2018 17:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 23 320 1890433 kemendag-terkejut-tahu-banyak-pelabuhan-ilegal-di-kepulauan-riau-r8tjXxfo2G.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

TANJUNGPINANG - Kementerian Perdagangan tidak mengetahui banyak pelabuhan ilegal di Provinsi Kepulauan Riau, yang dijadikan sebagai tempat bersandar kapal-kapal kayu yang membawa barang.

"Wah, ada ya? Mestinya tidak boleh, supaya terkontrol keluar dan masuk barang," kata Kepala Badan Pengkajian dan Perdagangan Kemendag, Kasan, seusai melakukan sidak di gudang daging impor milik PT Dewi Kartika Storage di Tanjungpinang, Senin.

 Penambahan Fasilitas Dermaga 7 Pelabuhan Merak Telan Biaya Rp200 M

Berdasarkan data Antara, pelabuhan ilegal terbanyak di Batam, selanjutnya di Pulau Bintan (Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan), dan Karimun. Pelabuhan ilegal di Tanjungpinang seperti yang berada di Pulau Dompak, dan rumah pelantar yang dijadikan tempat bersandar kapal masih beroperasi sampai sekarang.

Bahkan di pusat perkotaan di Tanjungpinang terdapat pelabuhan ilegal.

Kasan menegaskan informasi yang disampaikan jurnalis itu akan ditindaklanjuti kepada pihak yang berwenang, seperti Dirjen Bea dan Cukai. Namun ia tidak merespons ketika diajak meninjau pelabuhan ilegal tersebut.

 Intip Progres Pembangunan Pelabuhan Terbesar di Indonesia

Kasan beserta jajaran staf Kemendag, serta Kepala Disperindag Kepri Burhanuddin dan stafnya, malah ke Pelabuhan Sri Payung Batu 6. Pelabuhan itu, lebih banyak bersandar kapal-kapal yang mengangkut barang-barang yang bukan jenis pangan.

"Nanti saya akan laporkan kepada teman saya di Dirjen Bea dan Cukai terkait pelabuhan itu," ujarnya.

Sidak itu juga diikuti oleh sejumlah anggota kepolisian. Dari Pelabuhan Sri Payung, Kasan beserta jajarannya langsung menuju ke perusahaan Teh Prendjak, Batu 8 Tanjungpinang.

"Besok kami meninjau pasar tradisional untuk melihat persediaan pangan dan juga harga yang dijual pedagang," tegasnya.

Kasan mengemukakan pihak Kemendag menugaskan dirinya untuk memantau persediaan pangan menjelang puasa dan Idul Fitri. Tim Kemendag juga memantau harga pangan dan juga jalur distribusi pangan.

"Kepri bukan wilayah penghasil sehingga harus dipantai peserdiaan dan harga pangannya. Untuk kali ini pemantauan hanya di Tanjungpinang," katanya.

Kasan mengatakan kualitas pangan juga akan dipantau jangan sampai masyarakat mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Karena itu, produk yang dijual harus berlabel SNI.

"Harus benar-benar sehat, seperti daging beku yang dijual PT Dewi Kartika Storage ini," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini