Pasar Saham Asia Melemah Tertekan Penguatan Dolar AS

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 24 April 2018 08:57 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 24 278 1890678 pasar-saham-asia-melemah-tertekan-penguatan-dolar-as-7ZOyhaNsdk.jpg Ilustrasi Indeks Asia. (Foto: Shutterstock)

TOKYO - Pasar saham Asia dibuka tergelincir, dengan dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat, karena kenaikan total utang pemerintah AS. Momok inflasi dan defisit fiskal yang lebih tinggi, mendorong biaya pinjaman AS mendekati tingkat tertinggi empat tahun.

Indeks MSCI, terluas dari saham Asia Pasifik di luar Jepang, turun 0,25%. Indeks Nikkei Jepang naik 0,7% karena jatuhnya yen. Harga obligasi AS telah jatuh selama empat hari terakhir, mendorong imbal hasil 10 tahun menjadi 2,99%, level tertinggi sejak Januari 2014.

Pasar obligasi menguat untuk penjualan gabungan USD96 miliar dalam bentuk obligasi, karena Departemen Keuangan telah meningkatkan pinjamannya menyusul perbaikan pajak besar-besaran tahun lalu. Selain itu, kekhawatiran akan inflasi juga meningkat seiring naiknya harga minyak mentah dan komoditas dalam beberapa pekan terakhir.

Investor melihat bahwa inflasi AS mulai menguat, setelah melemah sejak krisis keuangan satu dekade lalu. Inflasi diperkirakan bisa mendapatkan momentum karena pemotongan pajak Presiden Donald Trump tahun ini, dan merangsang pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, analis memperkirakan pertumbuhan laba perusahaan di indeks S&P 500 naik hampir 20% pada kuartal pertama, yang menunjukkan terkuat dalam tujuh tahun. Sekira 18% dari perusahaan-perusahaan di indeks S&P 500 yang telah melaporkan, 78,2% mengalahkan perkiraan konsensus.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini