Pasar Saham Asia Berada di Bawah Tekanan Kenaikan Yield US Treasury

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 25 April 2018 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 25 278 1891163 pasar-saham-asia-berada-di-bawah-tekanan-kenaikan-yield-us-treasury-565FekF6Z4.jpg Ilustrasi Indeks Asia. (Foto: Reuters)

TOKYO - Pasar saham Asia berada di bawah tekanan karena kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) yang naik, di atas ambang 3%. Selain itu, kenaikan biaya dari perusahaan AS mendorong kekhawatiran bahwa pertumbuhan pendapatan perusahaan tidak dapat mencapai puncaknya.

Indeks MSCI, terluas dari saham Asia Pasifik di luar Jepang, merosot 0,1% sementara Nikkei Jepang .N225 turun 0,6%. Wall Street kehilangan tenaga dengan indek S&P 500 .SPX jatuh 1,34%, terbesar dalam dua setengah minggu.

Caterpillar (CAT.N), industri kelas berat, mengalahkan perkiraan pendapatan karena permintaan global yang kuat tetapi sahamnya jatuh 6,2% setelah manajemen mengatakan laba kuartal pertama akan menjadi "tanda air yang tinggi" untuk tahun ini dan memperingatkan kenaikan harga baja.

Di sisi lain, imbal hasil Treasury AS memicu ketakutan. Yield US Treasury 10-tahun, patokan untuk biaya pinjaman global, terus meningkat, didorong kombinasi kekhawatiran atas inflasi, meningkatnya pasokan utang, dan meningkatnya biaya pinjaman Federal Reserve.

US Treasuries tenor 10-tahun, US10YT = RR, naik ke setinggi 3,003% pada hari Selasa dan terakhir berdiri di 2,992%. Kenaikan tinggi pada Januari 2014 sebesar 3,041% telah mengubah investor lebih bearish.

Kenaikan harga yield surat utang AS, telah mendorong dolar AS di pasar mata uang. Euro berada di level USD1,2234, tidak jauh dari level terendah di USD1,2182, terendah yang terakhir terlihat pada 1 Maret.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini