Share

IATA Incar Kenaikan Pendapatan 25% Jadi Rp276 Miliar Tahun Ini

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 26 April 2018 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 26 278 1891698 iata-incar-kenaikan-pendapatan-25-jadi-rp276-miliar-tahun-ini-NjA6ODbZtQ.jpg Foto: (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 25% menjadi USD20 juta atau setara Rp276 miliar (mengacu kurs Rp13.800) tahun ini. Tahun lalu, perseroan mampu mengantongi pendapatan sebesar USD16,2 juta. 

Wakil Presiden Direktur Indonesia Transport & Infrastructure Wishnu Handoyono menjelaskan, perseroan akan meningkatkan kontribusi entitas anak PT MNC Infrastruktur Utama yang bergerak pada jasa pelabuhan khusus dan angkutan batu bara. Peningkatan ini tidak hanya di pelabuhan batu bara Kalimantan Timur namun juga Pelabuhan batu bara di Sumatera Selatan. Mengingat, saat ini harga batu bara mulai merangkat naik.

Saat ini kontribusi anak usaha tersebut sebesar 21%. Dia berharap porsinya dapat meningkat hingga 30% atau mencapai USD5 juta hingga USD6 juta. Sebab MNC Infrastruktur Utama masih memiliki potensi peningkatan kapasitas. 

"Kapasitas terpasang kita 500 ribu ton per jam, yang sekarang ini realisasinya hanya 300 ribu ton per jam, jadi masih ada room meningkat 40%. Jika volume produksinya sesuai kapasitas terpasang 500 ribu ton per jam itu akan memberikan kontribusi hampir kurang lebih 25%-30 % dari total revenue kita," ujarnya di Gedung MNC Financial Center, Jakarta, Kamis (26/4/2018). 

Baca Juga : IATA Heran PT Badak Terus Ulur Waktu Bayar Denda

Perusahaan juga akan berupaya untuk meraih tender-tender jangka panjang sehingga dapat meningkatkan margin pendapatan. Targetnya, dari lini penerbangan ini perseroan dapat mengantongi pendapatan USD16 juta. Hingga kuartal I perseroan telah mengantongi kontrak jangka pendek selama 8 bulan dengantotal nilai kontrak kurang lebih USD1,5 juta sampai USD2 juta. 

Rencananya, perseroan akan mengikuti tender-tender yang diadakan oleh SKK Migas maupun non SKK Migas. "Kita sangat berambisi untuk memenangkan tender-tender yang sifatnya jangka panjang, minimum 3-5 tahun," kata dia. 

Untuk mencapai target peningkatan pendapatan tersebut, perseroan telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) minimum USD15 juta. Mayoritas capex akan digunakan untuk keperluan pengdaan pesawat jika perseroan berhasil memenangkan tender. 

"Karena kita pengadaan pesawat tergantung kontrak jangka panjang yang akan kita menangkan. Jadi, pesawat baru sekarang per unitnya harganya USD10 juta-USD15 juta. Kalau kita menang dua atau satu kontrak, capex kita ya hampir minimum USD15 juta," jelas dia. 

Adapun sumber dana capex diperoleh dari modal kas perseroan ditambah dengan pinjaman perbankan. Akan tetapi, perseroan belum bisa menentukan porsi pinjaman sebab belum ada tender jangka panjang yang berhasil dikantongi. 

Sekadar informasi, perseroan baru saja menggerlar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dalam RUPST disetujui salah satunya adalah penunjukan Adi Tri Wibowo sebagai Direktur Teknik. 

Baca Juga : Mantap! Indonesia Transport & Infrastructure Targetkan Pendapatan Naik 30%

Sehingga susunan Jajaran Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut: 

Presiden Komisaris: Syafril Nasution

Komisaris: Dwi Badarmanto

Komisaris Independen: Christophurus Taufik

Jajaran Direksi

Presiden Direktur: Henry Suparman 

Wakil Presiden Direktur: Wishnu Handoyono 

DIrektur Independen: Haebby Wildy Manua

Direktur Teknik: Adi Tri Wibowo

 

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini