nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Properti untuk Kelas Menengah Makin Bergairah

Agregasi Rumah.com, Jurnalis · Sabtu 28 April 2018 07:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 27 470 1892256 properti-untuk-kelas-menengah-makin-bergairah-c30GiTtSNI.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kota metropolitan yang dilihat sebagai salah satu pasar paling dinamis untuk investasi properti kelas atas telah memasuki fase penguatan. Prediksi ini pun diamini para ahli dan pelaku bisnis.

Segmen properti mewah di ibu kota sendiri sempat mengalami pertumbuhan mencapai dua digit pada tahun 2010-2014. Jakarta bahkan pernah menduduki posisi pertama untuk pasar hunian kelas atas dengan pertumbuhan harga paling cepat di tahun 2013 menurut Knight Frank Wealth Report.

Baca Juga: Masa Depan Properti di Jakarta Masih Panjang

Sayangnya, sejak kondisi ekonomi yang melambat ditambah kebijakan dari Bank Indonesia yang mengekang tingginya spekulasi pasar membuat property market ikut melesu.

Minim Ruang, Hunian Vertikal Bisa Jadi Solusi Masalah Perumahan dan Penataan Jakarta

“Terlebih saat Pemerintah merevisi pajak properti kategori mewah dan super mewah di 2015 lalu. Aturan ini justru merugikan konsumen level high end dan menyebabkan mereka berhenti membeli dan berinvestasi properti,” ujar Senior Associate Director Professional Consultancy Knight Frank Indonesia Hasan Pamudji, seperti dikutip PropertyGuru Property Report.

“Secara umum, permintaan properti mewah masih lemah, kecuali untuk proyek-proyek tertentu di mana mereka masih dapat menjual dengan progres yang baik. Ini efek dari lokasi, kestabilan pasar sewa, konsep dan desain yang sesuai, serta ukuran unit yang layak dipasarkan untuk investasi,” dia menambahkan.

Melihat pangsa properti premium yang masih bergejolak, Hasan meyakini permintaan tertinggi akan tetap berasal dari pembeli yang mencari unit-unit tipe kecil. Untuk hunian vertikal, tipe studio dan satu kamar tidur menjadi pencarian utama konsumen.

Nilai Pasar Properti Tahun 2017 Meningkat 15%

Situasi tersebut pun nampaknya dicermati PT Sayana Integra Properti dalam mengembangkan kawasan superblok Sakura Garden City, yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur. Proyek ini terdiri dari apartemen dengan pilihan unit studio, one bedroom, two bedroom, three bedroom, dan loft.

“Harganya sendiri dibanderol kurang dari Rp20 juta per meter persegi. Untuk tipe terkecil luasnya 29,9m2. Mengenai market yang kami bidik, adalah kalangan milenial dan pekerja muda yang mempunyai produktivitas tinggi,” ujar Robert Yapari selaku Direktur Utama PT Trivon Orion Properti.

Terkait dengan pemilihan lokasi proyek di Jakarta Timur, pihaknya meyakini kawasan tersebut memiliki ceruk pasar yang masih terbuka lebar.

Baca Juga: Agen Properti Ikut Terseret Arus Teknologi Digital, Ini Manfaatnya

“Area timur sebagai sunrise property sangat potensial karena terletak di antara CBD TB Simatupang dan area industri di koridor Jalan Raya Bogor, Bekasi, dan Cikarang,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku percaya diri bisa menggaet konsumen yang membutuhkan hunian di Jakarta, apalagi mengingat angka backlog hunian yang cukup besar.

Jika membandingkan jumlah properti yang ada dengan jumlah keluarga, DKI Jakarta tercatat kekurangan 302.319 unit hunian. Menurut data SUSENAS dua tahun lalu, saat ini hanya setengah penduduk Jakarta (51%) ini yang punya properti sendiri (rumah/hunian vertikal).

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini