nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sindiran Pedas Presiden Jokowi: Tolong Tinggalkan Cara Kerja yang Muter-Muter

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 30 April 2018 10:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 30 320 1892770 sindiran-pedas-presiden-jokowi-tolong-tinggalkan-cara-kerja-yang-muter-muter-mqeKV9dbWW.jpg Foto: Presiden Jokowi Buka Musrenbangnas (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas).

Dalam acara tersebut, Jokowi pun menyidir para pejabat negara di pusat dan daerah yang masih kerja dengan lambat, baik urusan birokrasi ataupun perizinan.

Baca Juga: Presiden Buka Musrenbangnas, Bappenas: Rencana Kerja 2019 Kuat

Menurut dia, sekarang ini banyak negara yang tengah berlomba memaksimalkan waktu yang ada. Pasalnya, dengan perkembangan teknologi waktu dianggap sebagai komoditas termahal dunia saat ini.

"Waktu jadi komoditas mahal, artinya musuh nomor satu kita adalah jangan buang-buang waktu. Ini tolong digarisbawahi. Apa itu? Ya cara kerja bertele-tele, buang-buang waktu. Gaya yang muter-muter itu tolong ditinggalkan," tegas Presiden, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4/2018).

 

Menurut Jokowi, rantai birokrasi panjang sangat membuang waktu dan sudah kuno, rantai perizinan muter-muter itu juga sudah mesti ditinggalkan. Kemudian, rantai prosedur berbelit-belit itu juga sudah waktunya ditinggal.

"Karena masih banyak ini terjadi di pusat, provinsi, kabupaten, kota yang tadi masih banyak kejadian. Kalau mindset pola pikir, sikap masih seperti itu, ya sudah akan sulit maju kita," tuturnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Bukan Emas, Komoditas Termahal di Dunia Adalah Waktu

Jokowi menerangkan, sekarang zaman sudah menuju revolusi industri 4.0. Pemerintah pun menyikapi hal tersebut dengan meluncurkan Making Indonesia 4.0.

"Saya berikan contoh. Ada sebuah mesin robot cetak rumah tinggal selama 24 jam dengan biaya sepertiga biaya konstruksi tradisional. Ini menggambarkan dunia sudah berubah masa kita berbelit-belit, mau jadi apa kita," tuturnya.

 

Oleh sebab itu, kata Jokowi, Indonesia juga harus bisa bergerak cepat dengan memaksimalkan potensi waktu yang ada. Hal tersebut dengan dukungan perkembangan teknologi.

"Sekarang bukan lagi eranya yang besar mengalahkan yg kecil, bukan yang kuat kalahkan lemah, tapi yang cepat kalahkan yang lambat, kuncinya ada di situ," tandasnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini