nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden: Hati-Hati, Ekspor dan Investasi RI Bisa Kalah dari Laos hingga Kamboja

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 30 April 2018 11:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 30 320 1892778 presiden-hati-hati-ekspor-dan-investasi-ri-bisa-kalah-dari-laos-hingga-kamboja-e1OoesH6we.jpg Foto: Presiden Jokowi Buka Musrenbangnas (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan peringatan pada ekspor dan investasi Indonesia. Menurutnya, jika Indonesia tidak bisa efisien baik dari birokrasi dan perizinan, maka ekspor dan investasi kita dipastikan kalah dengan negara tetangga.

Kepala Negara mengakui bahwa ekspor dan investasi kita sekarang sudah kalah dari negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, karena mereka bisa berlari dengan cepat. Karenanya, Jokowi mengingatkan pejabat negara baik, di Kementerian, Lembaga (K/L) dan daerah untuk bisa memudahkan proses perizinan ekspor dan investasi yang selama ini dinilai masih lambat.

"Ini hati-hati ya, karena bisa kita kalah juga dengan Laos dan Kamboja, kalau kita terjebak pada rutinitas dan tidak berani melakukan lompatan-lompatan," tuturnya dalam Musrenbangnas, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4/2018).

 

Supaya tidak kalah, kata Jokowi, buka selebar-lebaranya investasi, apalagi orientasinya ekspor. Kemudian, proses perizinan dipercepat, jangan terjerebak lagi dalam rutinitas yang kerja lambat.

"Kita sudah terbiasa rutinitas, diskusi bertele-tele, saling berdebat, prosedur kita ruwet, birokrais kita juga sama bertele-tele, rantai perizinan yang sangat lama karena masih ada yang tahunan, hitungan bulan, minggu urus izin. Mestinya urus izin itu hitungannya jam," tuturnya.

 

Dia pun meminta, para pejabat negara yang hadir dalam Musrembangnas, menghilangkan perizinan yang bertahun, bulan, ataupun mingguan. Semua proses harus bisa dilakukan dengan jam serta upayakan orientasi jangan lagi pada prosedur melainkan hasil.

"Prosedur harus ada, tapi orientasi kita adalah hasil. Kita terlalu sibuk dengan urusan sepele dan tidak cepat menanggpai perkembangan teknologi ini semakin sulit, kalau kita lakukan terobosan," tuturnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini