Insentif Investasi di Bawah Rp500 Miliar Disiapkan

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 30 April 2018 19:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 30 320 1893058 insentif-investasi-di-bawah-rp500-miliar-disiapkan-c6LW09AqSo.jpeg Kepala PKPN Rofyanto Kurniawan (Foto: Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah belum selesai menetapkan bentuk insentif perpajakan bagi investasi skala menengah dan kecil di bawah Rp500 miliar. Targetnya, pembahasan tersebut bakal selesai Mei mendatang. 

"Sebenarnya tadi harapan kita selesai di bulan Mei," ungkap Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara (PKPN) Rofyanto Kurniawan, usai menghadiri rapat koordinasi dengan di Kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (30/4/2018).

grafik

Rofyanto menjelaskan, pemerintah masih mempertimbangkan dua skema yang akan diberlakukan, baik melalui tax holiday maupun tax allowance. Dia meyakinkan tidak ada penguapan pajak dengan berlakunya insentif ini. Sebaliknya, insentif perpajakan ini adalah upaya pemerintah untuk mengundang penanaman modal baru di Indonesia. 

Baca Juga: Begini Cara Pemerintah Genjot Investasi agar Tak Tertinggal dari Vietnam hingga Malaysia

"Masih dilihat apakah melalui allowance atau holiday. Tapi yang jelas kita akan memberi insentif untuk perusahaan-perusahaan di bawah Rp500 miliar untuk mendapatkan insentif," ujar dia. 

"Kita coba kembalikan ke regulasi yang ada, UU Penanaman Modal. Kalau di sektor pembebasan atau pengurangan pajak penghasilan, itu bisa diberikan pengurangan pajak. Tapi kalau bergeraknya di pengurangan penghasilannya, bisa allowance atau super deduction jadi kita bergerak di tataran undang-undang yang ada," terangnya. 

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan insentif perpajakan bagi investasi skala menengah dan kecil di bawah Rp500 miliar sedang disiapkan oleh pemerintah.

Thomas Lembong bahkan mengusulkan adanya tambahan sektor usaha yang bisa mendapatkan tax holiday dari saat ini sebanyak 17 bidang usaha atau hanya sekitar 150 sektor usaha dari 15.000 sektor yang tercatat dalam BKPM.

Baca Juga: Target Realisasi Investasi Rp765 Triliun Dipangkas?

Thomas Lembong bahkan mengusulkan adanya tambahan sektor usaha yang bisa mendapatkan tax holiday dari saat ini sebanyak 17 bidang usaha atau hanya sekitar 150 sektor usaha dari 15.000 sektor yang tercatat dalam BKPM.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini