nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos BEI Layangkan "Protes" soal Libur Lebaran

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 01 Mei 2018 14:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 01 278 1893264 bos-bei-layangkan-protes-soal-libur-lebaran-N5HZglQAMA.jpg Direktur Utama BEI Tito Sulistio. Foto: Okezone

JAKARTA - Panjangnya libur Lebaran 2018 mendapat respon dari berbagai pihak. Ada yang menyambut baik kebijakan pemerintah untuk menambah libur Lebaran, akan tetapi tidak sedikit yang melayangkan kegelisahannya dengan panjangnya libur.

Direktur Bursa Efek Indonesia Tito Sulisto mengatakan, investor asing sempat mengeluh kepadanya terkait panjangnya libur. Sebab, investasi mereka di pasar modal Indonesia terpaksa ikut libur. Tito mengaku banyak mendapatkan pertanyaan terutama investor mancanegara mengenai “ wajib libur” yang membuat bursa efek harus tutup hampir dua minggu penuh.

Baca Juga: Libur Lebaran 2018 Tidak Jadi 12 Hari? Pemerintah Gelar Rapat Bareng Pengusaha Hari Ini

"Saat ini mata uang Indonesia sedang cukup volatile bergerak, tingkat bunga juga sedang berpotensi merangkak keatas. Jadi bayangkan jika Anda punya investasi di negara yang jauh dari Anda tinggal, mendengar mata uangnya bergejolak, lalu bursanya mau tutup 2 minggu, apa yang Anda akan lakukan ke investasi anda? " ujarnya kepada wartawan melalui pesan singkat WhatssApp di Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Pasca Selasar Roboh, Aktivitas BEI Berjalan Normal IHSG Naik ke 6.391

Tito menilai, kebijaksanaan ini sifatnya mendadak. Padahal, hari tutup perdagangan saham di dunia, selayaknya ditentukan minimal setahun sebelumnya, karena menyangkut rencana investasi besar.

"Di beberapa negara, ada perdagangan derivatif yang bahkan sudah buka 24 jam," ungkap Tito.

 IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin

Tito melanjutkan, cuti adalah hak individu. Dia mengkhawatirkan dengan adanya "pemaksaan cuti" akan menekan penghasilan buruh harian yang biasanya justru mendapat “ekstra” uang lebaran pada seminggu terakhir kerja.

"Kasihan para pedagang makanan di sekitar perkantoran yang terpaksa harus ikut tutup. Teman teman yang penginnya libur waktu Natal akhir tahun, juga terpaksa liburnya dimajukan," imbuh dia.

Tito menyebut perpanjangan waktu libur justru akan menekan produktivitas.

Baca Juga Investor Asing ke Bos BEI: Kok Libur Lebaran Lama Banget

"Jika libur ini tidak memotong hari cuti, waduh tingkat produktivitas theorically akan turun. Kalau libur juga dua minggu, yah mall lah yang penuh!" tukas dia.

Sekadar informasi, pemerintah menetapkan tambahan libur dua hari pada tanggal 11 dan 12 Juni 2018. Dengan demikian, maka masa cuti Lebaran menjadi enam hari yaitu ada tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018. Akan tetapi, pemerintah tampaknya akan mengkaji kembali mengenai penetapan libur Lebaran 2018. Hal tersebut seiring banyaknya masukan yang diberikan kepada pemerintah dari seluruh elemen masyarakat.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini