nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembangkit Listrik Muara Karang Dipasok Gas Bumi 50 MMSCFD

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 01 Mei 2018 16:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 01 320 1893250 pembangkit-listrik-muara-karang-dipasok-gas-bumi-50-mmscfd-MlwBcs0cEB.jpg Foto: PGN Pasok Gas ke Pembangkit Listrik Muara Karang (Dok. PGN)

JAKARTA - Mulai hari ini, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memasok gas bumi ke pembangkit listrik Muara Karang yang dikelola oleh PT Pembangkit Jawa Bali Unit Pembangkitan Muara Karang (PT PJB UP Muara Karang).

"Tim PGN sejak Minggu pagi sudah memulai persiapan gas-in (penyaluran gas perdana) sampai ke kompresor PLN, dan ditargetkan pada Selasa pagi ini kompresor PLN siap running," kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Rachmat mengatakan, PJB UP Muara Karang, PGN dan PLN telah menandatangani kontrak jual beli gas pada bulan Februari 2018. Dengan jangka waktu kerjasama penyaluran selama 1 tahun, PGN akan memasok gas bumi sebesar 50 MMSCFD.

 

Foto: Dok. PGN

Saat ini kapasitas terpasang pembangkit PJB UP Muara Karang sebesar ± 1.700 megawatt (mw) (Blok 1, 2 dan serta PLTU 4-5) dan rencana Blok 3 sebesar 500 mw yang diperkirakan beroperasi pada tahun 2020, sehingga total kapasitas terpasang di PJB UP Muara Karang nantinya bakal mencapai 2.200 mw.

Pasokan Gas untuk PJB UP Muara Karang saat ini didapatkan dari penyaluran gas Nusantara Regas dengan rata-rata volume 100-150 BBTUD dan Pertamina Hulu Energi (PHE) dengan rata-rata volume 30-60 BBTUD.

“Dengan masuknya penyaluran gas PGN untuk PJB UP Muara Karang nantinya, diharapkan dapat lebih memberikan kehandalan pasokan energi bahan bakar pembangkit di PJB UP Muara Karang,” kata Rachmat.

 

Secara sistem kelistrikan, baik IP UPJP Tanjung Priok maupun PJB UP Muara Karang memasok kebutuhan listrik pada grid 150 KV untuk wilayah Jakarta dan sebagian Tangerang yang selanjutnya akan diturunkan termasuk pada sistem kelistrikan untuk industri dan rumah tangga.

Rachmat menyatakan, PGN siap memenuhi peningkatan kebutuhan pasokan gas untuk pembangkit listrik di tengah meningkatnya harga batu bara. Seperti diketahui, harga batubara terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir seiring tingginya permintaan dari negara-negara Asia seperti China, India, dan Vietnam.

"Kenaikan harga batu bara ini menjadi peluang bagi PGN untuk mengambil pasar dari perusahaan pembangkitan listrik yang ingin beralih ke bahan bakar gas bumi, apalagi gas bumi ini lebih murah dan lebih bersih untuk lingkungan," tutup Rachmat.

Saat ini PGN sendiri sudah memasok gas untuk kebutuhan bahan bakar pembangkitan listrik di beberapa pembangkit seperti Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan (UPJP) Tanjung Priok milik Indonesia Power.Di UPJP Tanjung Priok, penyaluran gas PGN sudah dimulai pada awal tahun 2010 dan selanjutnya telah diperpanjang dalam beberapa periode kontrak.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini