nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serikat Buruh: Sebelum Ada Perpres 20, TKA Sudah Banjiri Indonesia

ant, Jurnalis · Selasa 01 Mei 2018 16:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 01 320 1893311 serikat-buruh-sebelum-ada-perpres-20-tka-sudah-banjiri-indonesia-741zdHQ6uj.jpg Pembangunan infrastruktur. Foto: Okezone

JAKARTA - Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 menyoroti Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang banyak disuarakan kaum buruh. Mereka menilai, ada atau tidaknya aturan tidak akan mengubah keadaan tentang membanjirnya TKA di Indonesia.

Ketua Umum SBSI 1992 Sunarti mengungngkapkan fakta bahwa TKA memang sudah menjamah Indonesia.

Baca Juga: Banyak Tenaga Kerja Asing Masuk ke Indonesia, Ini Penjelasan Kepala BKPM

"Perpres 20 kalaupun dicabut juga pasti akan tumbuh lagi dengan aturan baru. Sebelum adanya Perpres itu juga TKA sudah banyak datang. Maka kami ingin sekali duduk bersama dengan pemerintah mengenai hal itu," katanya dia di Dewan Pers, Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Melihat Lebih Dekat Pembangunan Infrastruktur MRT yang Telah Capai 92,50%

Guna menghadapi pasar global, menurut Sunarti, buruh Indonesia harus bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin. Pemerintah juga diminta untuk bisa terus menghidupkan balai pelatihan kerja untuk meningkatkan kualitas buruh.

"Kita harus bisa menangkal tantangan global soal pasar bebas. Toh TKA mau ditolak juga tetap harus kita hadapi. Jadi mari siapkan diri," kata dia.

Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 juga menilai perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) tidak harus dilakukan dengan turun ke jalan dan berdemontrasi. Organisasinya justru menggelar diskusi atau rekreasi sebagai kegiatan melawan arus dalam merayakan May Day.

Hampir Rampung, Pembangunan Arena Balap Sepeda Asian Games di Rawamangun Jakarta

"Saya sebagai Ketua Umum SBSI 1992 meminta kepada seluruh anggota untuk mengadakan diskusi atau rekreasi. Bukan tidak peduli perjuangan dan perkembangan yang ada tapi kami hanya ingin ambil perbedaan," katanya.

Baca Juga: Pantau Tenaga Kerja Asing, DPR Usul Bentuk Satgas Pengawasan

Sunarti mengatakan pihaknya ingin mengubah pola pikir para buruh untuk tidak selalu turun ke jalan dalam merayakan hari buruh. Diskusi yang membangun, menurut dia, akan lebih bermanfaat ketimbang aksi penuh teriakan.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini