nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serikat Pekerja: 157 Ribu Buruh Kasar Asing Banjiri Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 01 Mei 2018 19:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 01 320 1893370 serikat-pekerja-157-ribu-buruh-kasar-asing-banjiri-indonesia-VhQmr766zC.jpeg Demo buruh di May Day. Foto: Okezone

JAKARTA - Pada hari Buruh Internasional atau May Day, para buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyoroti keputusan pemerintah menerbitkan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA). Pasalnya, dengan adanya Perpres tersebut maka diyakini akan banyak TKA yang masuk ke Indonesia.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, menurut catatannya, ada sekitar 157.000 TKA unskill (pekerja kasar) yang masuk ke Indonesia. Hal tersebut tentunya sangat disesalkan karena seharusnya tenaga kerja lokal yang mengisi lapangan pekerjaan tersebut.

Baca Juga: Serikat Buruh: Sebelum Ada Perpres 20, TKA Sudah Banjiri Indonesia

"Yang dipersoalkan TKA adalah tentang unskill workers, buruh kasar, salah satu isu kuat TKA asing unskill workers buruh kasar. Temuan KSPI 157.000 buruh kasar unskill workers ada dimana-mana," ujarnya di Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Melihat Aktivitas Pekerja pada Proyek Pengecoran Underpass Kuningan-Mampang

Dia menyebut, mayoritas tenaga kerja asing berada di kawasan pariwisata daerah timur Indonesia. Khususnya di bandara-bandara di mana banyak sekali dijumpai tenaga-tenaga kerja asing.

"Teman-teman kawan media reportase menjelaskan itu, bandara-bandar daerah timur yang silih bergant," ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Said, pemerintah perlu melakukan tindakan tegas terhadap buruh kasar asing untuk dikembalikan ke negaranya. Selanjutnya, pemerintah perlu memanfaatkan tenaga kerja Indonesia yang dinilainya masih banyak sekali yang belum memiliki kerja.

Intip Aksi Buruh di Indonesia dalam Memperingati May Day 2018

"Kita minta pemerintah sungguh-sungguh. Perpres No 20 Tahun 2018 bukan jawaban terhadap persoalan penegakan aturan law enforcement tadi. Kita mau 157.000 temuan KSPI. Mungkin sebagian orang hampir 1 juta karena wisatawan 1,3 juta dari China, karena kita tahu berapa orang ke Bali berapa orang menetap," jelasnya.

Dia mengatakan, pemerintah bisa melakukan pendanaan secara masif untuk mengetahui jumlah TKA buruh kasar yang datang ke Indonesia. Jika dirasa melebihi dan membludak atau justru ilegal maka pemerintah perlu segera mengambil sikap dengan memulangkan tenaga kerja asing buruh kasar ke negara asalnya.

Baca Juga: Banyak Tenaga Kerja Asing Masuk ke Indonesia, Ini Penjelasan Kepala BKPM

"Karena itu lebih penting pendataan, penataan dan penindakan TKA unskill, bukan jawabannya Perpres 20. Jangan-jangan Perpres 20 lebih memudahkan TKA China membludak dan membajiri," ucapnya.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini