nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fintech Salurkan Pinjaman Rp3,5 Triliun, Naik 38%

ant, Jurnalis · Kamis 03 Mei 2018 13:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 03 320 1894018 fintech-salurkan-pinjaman-rp3-5-triliun-naik-38-vhy4ATscBN.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

PASURUAN - Penyaluran dana pinjaman melalui Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) atau Financial Technology (Fintech) mencapai Rp3,5 triliun atau meningkat 38,23%.

Kasubag Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 4 Jawa Timur Daddi Peryoga mengatakan, jika dibandingkan dengan jumlah pinjaman sampai Desember 2016, jumlah ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam waktu dua tahun.

"Pada 2016 lalu jumlahnya hanya sekitar Rp284 miliar," katanya di Pasuruan, Kamis (3/5/2018).

 

Dia mengemukakan, seiring peningkatan jumlah peminjam, jumlah pemberi pinjaman (lender) juga mengalami peningkatan di mana sampai Februari 2018 lalu, jumlah pemberi pinjaman mencapai 128.119 orang investor.

"Total jumlah peminjam di perusahaan fintech di Indonesia terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Januari 2018 jumlahnya mencapai 546.694 orang," ujarnya.

Khusus di pulau Jawa, kata dia, jumlah peminjam dengan jasa Fintech terus meningkat sejak 2016 lalu dengan angka yang sangat signifikan.

"Dari hanya 36.830 orang per Desember 2016 menjadi 237.319 orang per Desember 2017. Kemudian menjadi 501.947 orang per Januari 2018," ucapnya.

 

Peningkatan jumlah peminjam juga terjadi di luar Jawa, dari 1.275 orang per Desember 2016 menjadi 22.316 orang per Desember 2017 dan kemudian tercatat menjadi 44.747 orang pada Januari 2018.

"Salah satu faktornya adalah kebutuhan pembiayaan dalam negeri yang masih sangat besar, sedangkan kemampuan pembiayaan masih sangat kurang," ucapnya.

Dia menjelaskan kebutuhan pembiayaan dalam negeri diperkirakan sekitar Rp1.649 triliun, sementara kapasitas pembiayaan oleh Industri Jasa Keuangan (IJK) tradisional hanya sekitar Rp660 triliun.

"Ada gap sekitar Rp988 triliun pertahun yang tidak terkaver oleh IJK tradisional. Nah, Fintech diharapkan dapat mengalirkan dana pinjaman dari luar negeri ke Indonesia," ujarnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini