Share

Right Issue, Bank Bukopin Berencana Lepas 30% Sahamnya

Widi Agustian, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 04 278 1894469 right-issue-bank-bukopin-berencana-lepas-30-sahamnya-LghYeaLfYh.jpg (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) berencana meningkatkan rasio kecukupan modal menjadi di atas 14%. Untuk itu, perseroan telah menyiapkan rencana aksi korporasi, termasuk rights issue.

Rencananya, BBKP akan menerbitkan saham baru sebesar 30% dari jumlah saham beredar. Selain itu, perseroan berencana melakukan revaluasi aset dan divestasi saham perseroan pada Bank Syariah Bukopin.

“Kami optimistis aksi korporasi tersebut akan berjalan sesuai rencana, mengingat saat ini sudah ada 2 potensial investor yang telah dan akan melakukan proses due diligence,” kata Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/5/2018).

Dari sisi rasio kecukupan modal, posisi capitak adequacy ratio (CAR) Perseroan pada periode yang sama mencapai 11,1%, meningkat dibandingkan dengan posisi CAR pada 31 Desember 2017, yaitu sebesar 10,5%.

BI Catat Nilai Tukar Rupiah Menguat pada Maret 2017

Pada semester I-2018, Bukopin mencatat laba sebelum pencadangan tumbuh sebesar 28,6% menjadi Rp295,7 miliar pada kuartal I-2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pencapaian itu menunjukkan bahwa kinerja Perseroan hingga saat ini tumbuh on track,” ujarnya hari ini.

Pada periode yang sama, Bank Bukopin juga membukukan pencadangan sebesar Rp155 miliar dan menurunkan NPL absolut, sehingga rasio NPL Net per 31 Maret 2018 mencapai 4,47%, membaik dari sebelumnya 6,37% pada posisi 31 Desember 2017.

Sementara posisi loan to deposit ratio (LDR) yang berada pada kisaran 79% dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp90,1 triliun. Secara keseluruhan posisi aset Perseroan per 31 Maret 2018 mencapai Rp107,7 triliun, meningkat Rp1,3 triliun dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2017.

Bukopin Syariah Luncurkan Tabungan Berhadiah

Eko mengungkapkan, saat ini Perseroan telah dan akan terus melakukan konsolidasi internal yang difokuskan pada pengembangan bisnis berbasis ATMR rendah, penghimpunan sumber dana murah, peningkatan fee based income, perbaikan efisiensi operasional dan percepatan peningkatan kualitas kredit serta penjualan agunan yang diambil alih.

Sementara itu, untuk jangka panjang Perseroan telah menyiapkan bisnis masa depan melalui bisnis startup dan aliansi fintech serta menjangkau nasabah baru dari generasi milenial dengan penerapan core banking system berbasis digital.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini