nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warren Buffett Borong 75 Juta Lembar Saham Apple dalam 3 Bulan

Inews, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 15:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 04 278 1894493 warren-buffett-borong-75-juta-lembar-saham-apple-dalam-3-bulan-uaogZavHll.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Miliarder yang merupakan investor kawakan pasar modal, Warren Buffett begitu menyukai saham Apple, perusahaan raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS).

Dilansir CNBC, Jumat (4/5/2018), Buffett memborong saham Apple, perusahaan raksasa teknologi yang baru saja mengumumkan laba dan pendapatan di luar dugaan pasar. Laba Apple melonjak 25,3% menjadi USD13,8 miliar pada kuartal II yang berakhir Maret 2018. Sejak mengumumkan posisinya pada pertengahan Februari lalu, saham Apple sudah naik lebih dari 5%.

Genjot Mahasiswa

“Jika Anda melihat pembelian kami baru-baru ini dalam setahun terakhir, kami membeli lebih banyak (saham) Apple dibanding lainnya,” kata Buffett.

Sebelum merilis laporan keuangan terbaru, banyak investor yang ragu dengan Apple, namun tidak bagi Oracle of Omaha, sebutan Buffett. Lewat perusahaan investasinya, Berkshire Hathaway, dia memborong 75 juta lembar saham Apple hanya dalam kurun waktu tiga bulan di 2018. 

Baca Juga: Daftar Orang Terkaya yang Bangkrut Setelah Sukses, Ada Walt Disney

Dengan jumlah saham Berskhire di Apple per Desember 2017 mencapai 165,3 juta lembar, maka total sahamnya di perusahaan yang dinakhodai Tim Cook itu menembus lebih dari 240 juta lembar dengan nilai valuasi USD42,5 miliar setara Rp573 triliun.

Situasi ini membuat Berskhire berpotensi menjadi pemegang saham terbesar ketiga Apple melewati State Street yang memiliki 208 juta. Pemegang saham terbesar Apple saat ini dikuasai Vanguard Group 348 juta lembar dan Blackrock 319 juta lembar.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Langkah Buffett memborong saham Apple cukup mengejutkan karena pria kelahiran Nebraska ini dikenal anti terhadap saham teknologi. Namun, dia melihat Apple sebagai perusahaan konsumer meski berasal dari Silicon Valley.

“Apple adalah perusahaan yang luar biasa. Kalau Anda melihat Apple, saya pikir mereka mendapat laba hampir dua kali lipat dan menjadi perusahaan paling menguntungkan kedua di Amerika,” ucapnya.

Baca Juga: Jadi Orang Terkaya berkat Uang Digital

Langkah Berskhire membeli Apple juga karena posisi kas perusahaan yang cukup besar. Setelah tidak lagi membeli saham dalam jumlah banyak sejak dua tahun terakhir, Buffett mengatakan siap mengakuisisi satu atau dua perusahaan besar di sektor non-asuransi untuk mengurangi kas perusahaan yang mencapai USD116 miliar AS.

Buffett selama ini dikenal sebagai rujukan para investor saham. Salah satu nasihatnya yang paling terkenal yaitu 'takutlah ketika yang lain serakah, dan serakahlah ketika yang lain takut.' Saat pasar keuangan global bergejolak sejak akhir Januari lalu, Buffett justru melakukan pembelian saham dalam jumlah besar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini