nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dimodali Lahan 25 Hektare, Adhi Commuter Property Garap 12 TOD

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 18:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 04 470 1894572 dimodali-lahan-25-hektare-adhi-commuter-property-garap-12-tod-HNZMNLB7Bz.jpeg Adhi Karya (Foto: Feby/Okezone)

JAKARTA - PT Adhi Karya telah melakukan pemisahan unit usaha (spin off), di mana anak usaha barunya akan ditugaskan membangun TOD dan Hotel. Anak usaha tersebut yakni PT Adhi Commuter Property (ACP).

Sebagai tahap awal, Adhi Karya memberikan modal berupa persediaan tanah senilai Rp1,9 triliun atau sekira 20-25 hektare. Seluruh tanah ini diberikan kepada Adhi Commuter Property untuk memulai usahanya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Akhirnya Selesaikan Rusunawa Khusus Lansia di Cibubur

Direktur Keuangan Adhi Karya Entus Asnawi mengatakan, meski modal awal hanya persediaan tanah Rp1,9 triliun, hal ini bisa menjadi magnet ACP untuk bisa meminjam uang sebagai modal kerja.

Apalagi bila dihitung dari persediaan tanah sebesar Rp1,9 triliun, nilai kapitalisasi pengembangan proyek ini bisa mencapai kurang lebih Rp55 triliun. Pasalnya, Adhi Karya menugaskan anak usahanya ini untuk mengembangkan 12 TOD dari 18 stasiun yang disiapkan untuk proyek LRT Jabodebek.

TOD Juanda dan Tanah Abang Diharapkan Permudah Aktivitas Masyarakat

"Pengembang kita rencanakan 18 TOD tapi yang diproyeksikan akan dapat itu  12 stasiun. Ini baru pasti sudah empat lokasi yang sudah bangun, di Sentul, Ciracas, Bekasi Timur dan Jati Cempaka. Sudah kita bangun dan dirilis umumnya cukup menarik," tuturnya, di Kantor Pusat Adhi Karya, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional II Adhi Karya Budi Sadewa menambahkan, dari pengembangan TOD di empat lokasi, titik Ciracas belum mendapat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sedangkan tiga lokasi lainnya sudah dalam tahap konstruksi.

Suplai Apartemen di Jakarta Meningkat dalam Setahun Terakhir

"Sekarang berjalan dan ada belum bukukan penjualan karena IMB belum keluar seperti Ciracas, ini IMB keluar dalam waktu dekat setelah keluar baru. Selain itu sudah proses pembangunan di Jati Cempaka, Bekasi Timur, Sentul sudah memasarkan," tuturnya.

Secara keseluruhan untuk 12 TOD akan diselesaikan pembangunan selama 10 tahun. Hanya saja setiap kawasan terintegrasi ini akan diselesaikan bertahap pembangunannya.

Baca Juga: Bangun Rusunawa di Batam, Kementerian PUPR Sediakan Dana Rp10,8 Miliar

Misalnya, seperti di Sentul,  satu kawasan komersial  berupa ruko, perkantoran sudah selesai. Sementara untuk hunian vertikal atau apartemen masih dalam tahap konstruksi dengan pengerjaan sudah sampai lantai 5.

"Pengerjaannya secara stimultan saja. Total empat TOD ini kalau sekarang kurang lebih dikuasai TOD ada 20-25 ha," tuturnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini