nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonomi RI Tumbuh 5,06% di Kuartal I, Ini Kata Bos BEI

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 07 Mei 2018 19:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 07 20 1895549 ekonomi-ri-tumbuh-5-06-di-kuartal-i-bos-bei-cukup-solid-7T1MP71sB2.jpg Foto: Bos BEI Tanggapi Ekonomi RI Tumbuh 5,06% (Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat turun merespons rilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal I 2018.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2018 sebesar 5,06%. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan laju ekonomi pada periode yang sama tahun lalu 5,01%, juga lebih tinggi dari kuartal I 2016 yang sebesar 4,84%.

Mengutip Yahoo Finance, pada pukul 11.05 JATS indeks berada pada level 5.860,5 lalu turun ke level 5.814,39 pada pukul 11.20 JATS setelah rilis angka pertumbuhan ekonomi.

"Karena ada pengumuman mengenai GDP yang hanya 5,06%. Konsensusnya 5,18% tapi orang sadar itu lebih tinggi dari tahun kemarin. Dan lebih tinggi sekali dari tahun 2015," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio, di Jakarta, Senin (7/5/2018).

 

Tito menilai, angka tersebut masih cukup solid, di tengah banyaknya faktor yang menjadi tantangan perekonomian Indonesia. Dengan demikian, dia optimis pertumbuhan ekonomi tahun ini masih sejalan dengan target pemerintah sebesar 5,4% sejalan dengan normalnya tantangan ekonomi terutama dari sentimen global.

"Yang berat sekarang adalah kenaikan harga minyak dan apresiasi dolar AS yang membuat subsidi naiknya agak tinggi," jelas Tito.

 

Di samping itu, angka inflasi menurut Tito juga cukup terkendali pada kisaran 3%. Satu hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah, kata Tito adalah kenaikan sektor consumer.

"Naiknya makanan cepat saji, naiknya telekomunikasi itu menakutkan buat gue. Nah itulah yg mesti ditata," kata dia.

Sebagai informasi, pasar saham Indonesia berada di zona hijau seharian. Tercatat, pada penutupan sore ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 92,7 poin atau 1,6% ke 5.885,09.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini