nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terbang ke Jerman, Menperin Ajak Siemens Naikkan Investasi di RI

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 07 Mei 2018 10:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 07 320 1895234 terbang-ke-jerman-menperin-ajak-siemens-naikkan-investasi-di-ri-ZKBYEwiNg6.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak perusahaan manufaktur besar yang berasal dari Jerman, Siemens AG, untuk terus meningkatkan investasi di Indonesia dan kemitraannya dengan industri dalam negeri. 

Siemens AG telah bergerak di sektor industri teknik listrik, elektronik, peralatan energi, transportasi, telekomunikasi, teknologi informasi, lampu, dan peralatan medis.

Baca Juga: Presiden Jokowi Pamer Izin Online di Depan Bos-Bos Migas

“Kami juga meminta mereka agar makin memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi. Upaya ini sekaligus untuk memantapkan implementasi industri 4.0 di Tanah Air,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya seusai melakukan pertemuan dengan Member of the Board of Managing Directors (BOD) Siemens AG Cedrik Nei ke di Berlin, Jerman. 

Airlangga melanjutkan, pengembangan industri elektronik di Indonesia ke depan, akan diarahkan agar menjadi manufaktur yang menghasilkan pro duk bernilai tambah tinggi, termasuk komponen. Hal ini guna mengurangi bahan baku impor dan melibatkan dalam rantai pasokan global.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Kunjungi Stan-Stan Pameran IIS

“Karena itu, diperlukan tenaga kerja yang kompeten, pemberian insentif, serta mendorong inovasi lanjutan dan mempercepat transfer teknologi,” tuturnya. Pemerintah juga telah menetapkan industri elektronik se bagai salah satu dari lima sektor prioritas yang akan menjadi percontohan pada penerapan teknologi industri generasi keempat. Menurut Airlangga, Jerman merupakan kiblatnya industri 4.0. Karena itu, untuk memantapkan revolusi industri keempat di Tanah Air, Indonesia perlu banyak belajar dari Jerman, terutama mengenai pelatihan SDM industri. 

Baca Juga: Insentif Investasi di Bawah Rp500 Miliar Disiapkan

“Di belakang robot tetap ada tenaga kerja, sehingga dibutuhkan training dan reskilling khususnya bagi para generasi muda untuk menghadapi industri 4.0 ini,” ujarnya. Terkait peningkatan investasi, Kemenperin mengajak Siemens terus menggandeng produsen komponen pembangkit listrik lokal agar menjadi mitra bisnisnya. Siemens memiliki pabrik komponen pembangkit tenaga listrik, seperti turbin uap dan tur bin gas di Cilegon, Banten. Rencananya Siemens juga ingin berinvestasi untuk pengembangan lokomotif kereta api dengan teknologi AC/AC yang memiliki keunggulan mesin kuat, perawatan lebih sederhana, irit bahan bakar, dan emisi gas buang yang rendah. 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Kunjungi Stan-Stan Pameran IIS

Kemenperin mencatat, sepanjang 2010-2015, nilai keseluruhan investasi Jerman di Indonesia mencapai USD552 juta dengan 547 proyek yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 38.382 orang. Pada 2017 nilai investasi Jerman di Indonesia untuk sektor manufaktur sebesar USD79,3 juta dengan total 108 proyek, naik di banding capaian investasi tahun sebelumnya sebesar USD58,5 juta dengan 59 proyek. 



(Oktiani Endarwati)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini