Share

Nestle Bayar Starbucks Rp100 Triliun untuk Bisnis Kopi

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 08 Mei 2018 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 08 320 1895722 nestle-bayar-starbucks-rp100-triliun-untuk-bisnis-kopi-DatcdqG6vf.jpg Nestle (foto: Reuters)

LONDON – Raksasa makanan asal Swiss, Nestle, akan membayar Starbucks sebesar USD7,15 miliar (Rp100 triliun) secara tunai untuk mendapat hak menjual produk-produk jaringan kopi Amerika Serikat (AS) itu ke penjuru dunia.

Baca Juga: Buka Pabrik di Amerika Latin, Nestle Targetkan Serap 2.900 Tenaga Kerja

Ini merupakan bentuk aliansi global untuk menghidupkan kembali kerajaan kopi mereka. Kesepakatan kemarin senilai USD2 miliar untuk penjualan produk akan memperkuat kembali posisi Nestle sebagai perusahaan kopi terbesar dunia berupaya menegaskan posisinya di pasar yang cepat berubah. Pengamat dari Bernstein, Andrew Wood menyatakan, akui sisi terbesar ketiga Nestle itu akan memungkinkan perusahaan Swiss itu memperluas brand melalui jaringan distribusi global yang dimilikinya. Saham Nestle segera naik 0,5% pada awal perdagangan, setelah turun lebih dari 8% pada tahun ini.

Dua Espresso Starbucks Pas Diseruput dengan Menu Ini

Starbucks yang berbasis di Seattle itu merupakan jaringan kopi terbesar dunia. Perusahaan itu akan menggunakan dana itu untuk mempercepat buyback saham dan kesepakatan akan menambah pendapatan per saham (EPS) pada 2021. Nestle menjelaskan, mereka berharap kesepakatan untuk menjual kopi dan minuman Starbucks dalam bungkus bisa menambah pendapatan pada 2019. Nestle tidak akan terlibat di kafe-kafe Starbucks manapun, tapi hanya menjual kopi Starbucks dalam pod individual dan memperluas penjualan kopi seduh. Nama Nestle tidak akan muncul dalam produk-produk Starbucks itu. “Kami tidak ingin konsumen mengira Starbucks kini bagian dari satu keluarga yang lebih besar,” kata sumber Nestle.

Baca Juga: Penjualan Nestle Naik 3,9%

Starbucks sebagian besar berada di AS dan ingin memperluas jenis produknya. “Aliansi kopi global ini akan membawa pengalaman Starbucks ke rumah-rumah jutaan orang lagi di penjuru dunia melalui jangkauan dan reputasi Nestle,” kata Chief Executive Officer (CEO) Starbucks Kevin Johnson. Nestle dan Starbucks menggabungkan kekuatan dalam kategori minuman konsumen yang sangat ketat persaingannya. Perusahaan investasi privat asal Eropa, JAB Holdings, telah melakukan konsolidasi dengan serangkaian kesepakatan termasuk dengan Douwe Egberts, Peet’s Coffee & Tea dan Keurig Green Mountain untuk menghadapi Nestle.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Sentuh Rp13.747 per Dolar AS

Kopi sangat populer bagi para konsumen muda yang tumbuh dengan Starbucks. Keinginan membayar lebih untuk biji-biji kopi eksotik dan jenis minuman spesial membuat perusahaan bisa mengumpulkan laba lebih besar dibandingkan dengan makanan kemasan pada umumnya.

(Syarifudin)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini