nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BJ Habibie Soroti Peran Teknologi Demi Nilai Tambah Produk Industri Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 09 Mei 2018 11:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 09 320 1896198 bj-habibie-soroti-peran-teknologi-demi-nilai-tambah-produk-industri-indonesia-s4BYuRMnNN.jpeg BJ Habibie (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Mantan Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie menyebut langkah pemerintah untuk mendorong Industri sebagai penunjang  pertumbuhan ekonomi sudah benar.  Namun industri yang dihasilkan adalah harus produk yang memiliki nilai tambah saat dijual ke pasaran.

Baca Juga: Industri Butuh Kepastian Bahan Baku

Salah satu cara agar produk tersebut bisa memiliki nilai tambah adalah dengan memanfaatkan teknologi. Menurutnya, hampir semua negara Indonesia manfaatkan teknologi untuk memberikan nilai tambahan kepada produk industrinya.

Pertumbuhan Industri Tekstil Indonesia Capai 12,3 Miliar Dollar AS

"Kita mau bicara mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tapi kalau kita hanya membuat ilmu pengetahuan teknologi tidak ada gunanya karena harus dibiayai. Karena itu di ruangan  ini apa saja yang lihat dan dipakai telah mengalami proses. Proses nilai bertambah," ujarnya dalam acara Dialog Nasional 'Meningkatkan Inovasi IPTEK untuk mendorong industri dalam negeri mewujudkan ekonomi Pancasila' di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Baca Juga: Mantan Narapidana Ini Raup Jutaan Rupiah dari Ngajar Tari hingga Bekam

Sebagai salah satu contohnya adalah dalam proses pembuatan mobil. Menurutnya , dalam proses pembuatan mobil, material yang dimiliki pada dasarnya adalah sama baik itu mobil mewah maupun biasa. 

Justru menurutnya, yang membedakan adalah bagaimana proses pemanfaatan teknologi sehingga bisa menjadi sebuah produk mobil yang memiliki nilai tambah. Bahkan menurut sepengetahuannya, material yang digunakan untuk proses pembuatan mobil mobil yang selama ini dipakai adalah material murahan yang dimanfaatkan dan diolah kembali melalui teknologi menjadi barang mahal.

Pertumbuhan Industri Tekstil Indonesia Capai 12,3 Miliar Dollar AS

"Kita ambil contoh dua mobil. Satu mobil mewah saya timbang berapa berat dan harganya. Karena itu saya dapat angka yang harganya 1 Kilogram itu Rp1.000 tapi saya juga bisa mengambil satu mobil murah yang saya tahu harganya beratnya 1 kg mungkin Rp10. Kemungkinan mobil yang tidak mewah itu bisa survive tapi yang mewah itu justru enggak," jelasnya.

Uniknya, kedua mobil tersebut sama sama diterima di pasaran. Hanya saja, produk dengan bahan baku yang lebih murah justru mendapatkan keuntungan yang lebih besar adalah mobil dengan bahan baku yang murah.

Baca Juga: Menteri-Menteri Ini Promosikan Produk Unggulan Buatan Narapidana

Dari contoh di atas lanjut Habibie, dapat diambil kesimpulan agar industri Indonesia bisa mencari dan menggunakan uang seefisien mungkin. Namun produk yang dihasilkan harus memiliki kualitas yang sebaik mungkin.

"Kalau kalian mengambil materialnya yang hancur mewah dan yang murah itu harganya 1 kg sama.  Tapi waktu itu dipakai harganya 10 kali lipat," jelasnya.

Industri Perpipaan Indonesia dengan Prinsip Kemitraan Jangka Panjang

Sebagai informasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), menggelar Dialog Nasional yang ditujukan demi meningkatnya penguasaan teknologi  Indonesia. Acara yang dihadiri oleh Presiden RI ke-3 (tiga), Prof. BJ Habibie dan Presiden RI ke-5 (lima), Ibu Megawati Soekarnoputri ini pun melahirkan sebuah Komitmen Bersama yakni, Mendukung Indonesia Menjadi Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional.

Baca juga: Nih..Daftar 10 Perusahaan Startup Terbesar di Dunia

Acara yang bertajuk “Meningkatkan Inovasi Iptek Untuk mendorong Industri Dalam Negeri, Mewujudkan Ekonomi Pancasila” ini bermaksud untuk memperkuat komitmen pemangku kepentingan dalam meningkatkan inovasi dan teknologi nasional, guna mendorong industri dalam negeri mewujudkan ekonomi Pancasila.

Industri Perpipaan Indonesia dengan Prinsip Kemitraan Jangka Panjang

Selain BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri selaku Presiden Republik Indonesia ke-lima, juga turut hadir dalam acara tersebut. Megawati menyampaikan gagasan dan pemikiran, dalam mewujudkan konsep-konsep yang mendukung Indonesia menjadi Negara industri berbasis riset dan inovasi nasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini