nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Milenial Zaman Now Bisa Beli Surat Utang Negara Lewat Online

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 11 Mei 2018 13:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 11 20 1897038 milenial-zaman-now-bisa-beli-surat-utang-negara-lewat-online-07Gz7aSowv.jpeg Foto: Ulfa/Okezone

JAKARTA - Pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SUN) ritel dengan sistem online. Penerbitan SBR003 melalui online diharapkan dapat memperluas basis investor, sebab selama ini pembeli SBN ritel masih didominasi oleh masyarakat yang berumur 40 tahun. 

"Selama ini pembeli SBN ritel kita usianya di atas 40 tahun, kita ingin perluas basis investor base kita citizen di bawah 40 tahun. Jadi kita juga ingin mempermudah, kalau beli bond dianggap instrumen high profit kita ingin lebih mudah lagi dengan cara lewat online," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (11/5/2018). 

Untuk mencapai target golongan masyarakat di bawah 40 tahun hingga kaum milenial SBN ritel ini memiliki perbedaan dari seri sebelumnya. Batas bawah minimum order hingga Rp1 juta dari seri sebelumnya SBR002 Rp5 juta. Sementara maximum order menjadi Rp3 miliar dari sebelumnya Rp5 miliar.  

Baca Juga: Surat Utang Negara Sepi Peminat, Sri Mulyani: Pembiayaan APBN Masih Aman

Untuk penetapan kupon, SBR003 akan menjadikan suku bunga Bank  Indonesia (BI) 7 Day Reverse Repo Rate sebagai acuan ditambah dengan spread 255 basis poin. 

Pada penerbitan awal nanti, yaitu pada tangal 14 Mei 2018, maka kupon berdasarkan suku bunga BI 7 Day Repo rate sebesar 4,25% ditambah dengan 255 bps, sehingga kupon SBR003 menjadi sebesar 6,8%.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

"Suku bunga BI kan sifatnya naik turun, kalau naik kita akan sesuaikan, kalau turun itu ada floornya yaitu 4,25% jadi kuponnya tidak mungkin lebih rendah dari 6,8%. Diharapkan bisa menarik para investor ritel tadi," jelas dia. 

Adapun masa penawaran berlangsung dari 14 Mei - 25 Mei dan tanggal penetapan pada 28 Mei. Untuk settlemennya pada tanggal 31 Mei 2018. SBR003 memiliki tenor dua tahun sehingga  akan jatuh tempo pada 20 Mei 2020. 

Baca Juga: Pemerintah Tak Serap Dana Lelang 5 SUN, Ada Apa?

Kementerian Keuangan menggandeng sembilan mitra distribusi untuk memasarkan SBR003. Sebanyak sembilan mitra distribusi tersebut terdiri dari bank umum, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, dan Bank Permata. Lalu satu perusahaan efek yaitu Trimegah dan perusahaan efek khusus, Bareksa dan Star Mercato Capitale, serta satu perusahaan fintech yaitu Investree.

Bagi investor yang ingin membeli SBR003  dapat melakukan registrasi online melalui aplikasi smartphone atau internet melalui sistem elektronik MiDis. 

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Lalu, membuat single investor identification (SID) dan rekening surat berharga via sistem pemesanan online (bagi yang belum memiliki). 

Setelah memiliki SID maka calon investor dapat melakukan pemesanan melalui sistem elektronik MiDis, sehingga mendapat kode pembayaran. Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran sesuai pesanan. Pembayaran dapat dilakukan melalui saluran bank persepsi. 

Selanjutnya investor akan mendapat nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan menerima bukti konfirmasi kepemilikan SBN ritel

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Sentuh Rp13.747 per Dolar AS

"Seperti bayar pajak, uang sudah masuk dikasih buktinya, ya sudah selesai. Itu very simple. Masih ada dua minggu untuk lakukan pemesanan," kata dia. 

Dari penerbitan ini, Luky mengatakan Kementerian Keuangan menargetkan dapat meraih hingga Rp5 triliun, atau naik dari penerbitan SBR002 Rp3,8 triliun. 

"Kita memasang target kurang lebih Rp1 triliun, tapi kita bisa akses sampai Rp5 triliun. Kalau di tengah masa pendaftaran naik terus, ya kita akan upsize terus," jelasnya. 

Adapun dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) antara lain untuk menambah dana infrastruktur, serta menunjang pendidikan. 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini