nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembangunan Infrastruktur Hanya Untungkan BUMN Konstruksi?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 11 Mei 2018 18:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 11 320 1897201 pembangunan-infrastruktur-hanya-untungkan-bumn-konstruksi-Qop7oK681v.jpg Foto: Infrastruktur Untungkan BUMN? (Giri/Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo melakukan pembangunan infrastruktur yang begitu masif di berbagai daerah Indonesia. Pembangunan tersebut untuk mengejar ketertinggalan dibandingkan negara-negara lain serta meningkatkan aksesibilitas antar daerah.

Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Fary Djemy Francis mengatakan, meski masif ternyata tidak semua pengusaha konstruksi diuntungkan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang masif hanya menguntungkan perusahaan konstruksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saja.

"Pembangunan infrastruktur untuk siapa? Pembangunan infrastruktur untuk perusahaan-perusahaan (konstruksi) besar termasuk BUMN," ujarnya di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

 

Menurut Francis sapaan akrabnya, banyak sekali proyek-Proyek Strategis Nasional (PSN) yang justru diserahkan kepada kontraktor plat merah. Padahal nilai proyek tersebut cukup tinggi.

Memang ada sebagian kontraktor swasta yang ikut serta dalam proyek tersebut. Namun, menurutnya, posisi dari perusahaan tersebut hanya sebagai Sub Konstruksi yang mana porsi dalam pengerjaannya sangat kecil sekali.

"Itu PSN infrastruktur banyak yang dikuasai oleh BUMN. Para pengusaha di daerah menurun. Memang ada subkontraktor, tapi pembayarannya susah. Jadi infrastruktur dibangun. Anggaran terbatas sekarang sudah dikuasai BUMN, anggaran kecil-kecil lagi," jelasnya.

 

Meski begitu lanjut Francis, pembangunan infrastruktur yang dilakukan Presiden Jokowi patut diapresiasi. Karena sejumlah infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah sudah mulai bisa dirasakan oleh masyarakat.

"Kita harus mengakui, apalagi pak Menteri PUPR (Basuki Hadimuldjono) kita diangkat menjadi bapak infrastruktur. Jadi kita berikan apresiasi untuk rakyat," jelasnya.

Francis juga menyebut jika saat ini, efek kepada pertumbuhan ekonomi dari pembangunan infrastruktur belum terasa. Hanya saja dirinya menilai hal wajar karena pembangunan infrastruktur butuh waktu yang lama agar bisa terasa pada pertumbuhan ekonomi.

"Kalau lihat pembangunan infrastruktur di daerah yang banyak dibangun infrastruktur itu juga stagnan juga, betul untuk rakyat, tetapi manfaat dari pada yang dibangun itu beri dampak ekonomi atau tidak. itu saya kira hal yang ingin saya sampaikan," jelasnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini