Image

Rentetan Teror Bom, Bos BEI: Kita Prihatin tapi Harus Tegar

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 16:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 14 278 1898131 rentetan-teror-bom-bos-bei-kita-prihatin-tapi-harus-tegar-nicrEa11zX.jpg Foto: Dirut BEI Tanggapi Teror Bom (Giri/Okezone)

JAKARTA - Dalam beberapa hari terakhir ada tiga kejadian rentetan aksi terorisme yang terjadi di Indonesia. Terbaru adalah kasus aksi pengeboman oleh terduga teroris di Polrestabes Surabaya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada para korban dari peristiwa teror tersebut. Dirinya bahkan meminta agar seluruh masyarakat tidak panik dan tetap tegar dalam menghadapi ancaman teror tersebut.

Dirinya bahkan menyebut hal lumrah jika masyarakat sebagai manusia mengalami ketakutan terhadap aksi teror tersebut. Namun ketakutan tersebut jangan sampai menjadikan masyarakat Indonesia khususnya menjadi lemah.

"Saya atas kejadian pemboman ini kita kaget, kita prihatin tapi kita tegar. Kita enggak bisa bilang kita enggak takut, siapa yang enggak takut sama bom. Tapi kita tegar lah ya kita tetap tegar," ujarnya saat berbincang dengan media di Hall BEI, Jakarta, Senin (15/5/2018).

 

Dirinya juga meminta kepada masyarakat memberikan dukungan baik secara moral maupun dengan doa kepada pihak kemanan. Dirinya percaya jika pihak kemanan bisa mengatasi masalah tersebut (teror bom) yang terjadi secara beruntun.

"Kalau bom itu kita mau apa, kita tunjukkan aja kita prihatin tapi tetap tegar kok. Kita percayakan kepada kepolisian," jelasnya.

 Pengamanan di Polrestabes Surabaya Pascaledakan Bom Bunuh Diri

Sebagai informasi, sebelumnya Tito meminta para pegawai Self Regulatory Organizational (SRO) termasuk didalamnya karyawan KPEI dan KSEI untuk mengenakan pakaian putih dengan pita hitam di lengan kanan selama tiga hari. Hal ini dilakukan sebagai tanda belasungkawa kepada korban aksi teror yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo.

Bahkan dirinya juga mengimbau kepada perusahaan yang tercatat dan Anggota Bursa (AB) untuk melakukan hal yang sama. Yakni dengan mengenakan pakaian putih dengan pita hitam sebagai bentuk ketegaran.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini