nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marak Teror Bom, Bagaimana Pengamanan Bursa Efek Indonesia?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 19:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 14 278 1898260 marak-teror-bom-bagaimana-pengamanan-bursa-efek-indonesia-z36pTEDG3L.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat tengah diresahkan oleh aksi terorisme yang terjadi. Pasalnya sudah ada beberapa aksi terorisme yang terjadi hanya dalam waktu dua hari saja yakni Sidoarjo dan Surabaya. 

Baca Juga: Ada Teror Bom, Sri Mulyani Yakinkan Investor Keamanan Indonesia

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, pihaknya akan memperkuat keamanan sistem Informasi dan Teknologi (IT) perdagangan bursa saham. Hal tersebut bertujuan agar sistem perdagangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia bisa aman. 

 Tim Inafis Olah TKP Bom Gereja Kristen Indonesia Surabaya

Saat ini lanjut Tito, pihaknya akan menambah tim pemantau perdagangan ke tempat di mana seluruh sistem transaksi dikendalikan. Namun dirinya merahasiakan di mana tempat tersebut berada. 

"Begini, saya katakan di infrastruktur IT, kita tambah tim perdagangan ke sana untuk jaga, tapi alert saja. Di sana standby ditingkatkan," ujarnya saat ditemui di BEI, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Baca Juga: Teror Bom Beruntun, Menperin: Kita Lawan dengan Investasi

Bahkan tak hanya itu, pihaknya juga menyiagakan Data Recovery Center (DRC) yang berkaitan dengan sistem cadangan yang berkaitan dengan perdagangan bursa. Dirinya memastikan jika semua sistem terjamin dan akan terus standby

Ada Ancaman Bom, Polisi Amankan Sekitar Gereja Santa Anna Duren Sawit

Bahkan, dirinya juga meminta agar Disaster Recovery Center bisa bertambah. Sehingga diharapkan transaksi perdagangan tidak terganggu jika sewaktu-waktu terdapat hal-hal yang tidak diinginkan.

"Disaster recovery? iya standby ya. Kita minta mereka lebih standby. Jadi di data center sama disaster recovery kita minta tambah, tapi ternyata pengelola sana pun sudah nambah. Insyaallah tugas saya menjaga infrastruktur IT harus jalan terus," jelasnya. 

Sementara untuk keamanan gedung, dirinya menyerahkannya kepada pihak pengelolaan gedung. Pasalnya, BEI hanya berwenang mengatur keamanan pada transaksi perdagangan saham. 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini