Image

Serangan Bom Surabaya, Kepala BKPM Irit Bicara

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 12:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 14 320 1898014 serangan-bom-surabaya-kepala-bkpm-irit-bicara-KFOc34peCj.jpg Foto: Kepala BKPM Irit Bicara (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Rentetan serangan terorisme terjadi di Tanah Air. Setelah rusuh narapidana terorisme di Mako Brimob, peristiwa bom bunuh diri pun terjadi sejak kemarin pagi dengan tiga gereja di Surabaya menjadi sasaran.

Hari ini peledakan bom bunuh diri kembali terjadi di Markas Polres Kota Besar Surabaya, menambah daftar serangan terorisme. Serangan teror ini pun dikhawatirkan bisa mengganggu investasi, sebab investor cenderung akan menahan dananya untuk ditanamkan guna memastikan keamanan di Tanah Air.

Menanggapi kondisi ini, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong pun enggan berbicara.

 

Saat ditanyai wartawan mengenai iklim investasi di Indonesia di tengah gejolak terorisme dan cara menghadapinya, Thomas menyatakan tak bisa bicara saat ini.

"Enggak makasih. Jangan sekarang yah," singkat dia kepada wartawan sambil berlalu menuju mobil saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Sebelumnya, menanggapi dampak akan investasi di Tanah Air, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menghimbau, kepada seluruh pelaku pasar untuk tetap tenang dan beraktivitas secara normal. Dia juga meminta agar investor dan seluruh pelaku pasar modal tidak bereaksi berlebihan serta tetap optimis terhadap stabilitas keamanan nasional.

"Pengalaman pada teror bom Thamrin 14 Januari 2016, menunjukkan bahwa teror tersebut tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan di pasar modal," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu 13 Mei 2018.

 

Tito menuturkan, pada saat terjadinya teror bom Thamrin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi sebanyak 77,86 poin atau sebanyak 1,72% di level 4.459,32 poin. Namun koreksi IHSG tersebut hanya reaksi sesaat atau bersifat sementara karena pada penutupan perdagangan sesi II di hari yang sama, IHSG hanya ditutup melemah tipis 0,53% dan keesokan harinya justru menguat 0,24%.

"Investor di pasar modal tidak terpengaruh oleh gerakan teror yang terjadi," imbuhnya.

Oleh karena itu, Tito yakin bahwa pada teror bom Surabaya juga tidak akan berpengaruh besar terhadap aktivitas di pasar modal. Secara fundamental perusahaan tercatat yang tergabung dalam LQ45 menunjukkan kinerja yang solid dengan rata-rata pendapatan meningkat sebesar 15,96% dan laba bersih meningkat 11,68% pada kuartal 1 2018 dibandingkan dengan kuartal 1 2017.

Sementara kondisi pasar juga cukup stabil yang ditunjukkan dengan likuiditas transaksi yang tinggi dengan rata-rata transaksi harian mencapai Rp8,87 triliun atau meningkat sebesar 16,7% dibandingkan 2017 dan frekuensi harian sebesar 387 ribu atau meningkat sebesar 23,7% dibandingkan 2017.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini