nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Serangan Bom, Buwas Pastikan Pasokan Pangan Terjaga

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 13:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 14 320 1898046 ada-serangan-bom-buwas-pastikan-pasokan-pangan-terjaga-JmwXrImQp7.jpeg Foto: Distribusi Pangan Aman (Okezone)

JAKARTA - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) memastikan insiden teror bom yang terjadi belakangan tidak akan memengaruhi distribusi pangan oleh perseroan menuju gudang-gudang yang ada di daerah.

Apalagi menjelang bulan puasa yang mana membutuhkan pasokan untuk menekan harga-harga pangan.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, teror bom sudah menjadi urusan dari pihak Kepolisian dan Tentara Negara Indonesia (TNI). Sedangkan urusan pasokan sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya.

"Enggaklah (tidak berpengaruh terhadap pasokan). Karena sudah ada yang ngurusin Polri dan TNI," jelasnya saat ditemui di Perum Bulog, Jakarta, Senin (15/5/2018).

 

Menurut Budi, masyarakat juga tidak perlu menanggapi tersebut secara berlebihan. Dirinya bahkan meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan kepada pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"Enggak. Jangan kita terlalu berlebihan. Enggak ada (ancaman)," ucapnya.

Menurut Budi Waseso, yang terpenting adalah bagaimana dirinya bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Khususnya dalam memastikan agar pasokan dan stok bahan pangan tidak dimainkan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab (mafia pangan).

"Justru itu saya kira kita juga memprediksi itu (stok pangan), yang prediksi ini dari pihak-pihak aparat penegak hukum TNI/Polri termasuk dari lembagai yang tahu itu. Saya pikirannya bagaimana dimasukan itu sampai kepada masyarakat. Yang pasti ancaman dari orang-orang yang menginginkan agar itu (bahan pangan) tidak ada di lapangan," jelasnya.

 

Selain itu, lanjut Budi Waseso, yang ada dipikirannya adalah bagaimana perseroan bisa menyejahterakan para petani. Salah satunya adalag dengan memastikan agar gabah petani bisa terserap.

"Saya ingin betul-betul kalau diizinkan saya bisa semau saya tapi dampaknya ke petani. Di negara manapun juga petani enggak boleh dirugikan. Makanya hasil petani sebanyak apapun harus diambil negara. Tapi pembeli juga enggak boleh dirugikan juga dengan harga yang terlalu mahal. Makanya supply demand harus stabil," jelasnya.

Seperti yang diketahui, dalam beberapa hari terkahir ada tiga kejadian rentetan aksi terorisme yang terjadi di Indonesia. Terbaru adalah kasus aksi pengeboman oleh terduga teroris di Polrestabes Surabaya.

Pada Minggu 13 Mei 2018 terjadi ledakan bom di tiga gereja yang berlokasi di Surabaya. Ketiga gereja tersebut yakni Gereja Santa Maria tak Bercela Ngagel, Gereja Kristen Indonesia (GKI), dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS).

Belum genap sehari, ledakan bom juga terjadi di Sidoarjo. Kali ini bom meledak di salah satu inti lantai lima Rusunawa Wonocolo sekira pukul 20.00 WIB.

Tak sampai di situ, ledakan kembali terjadi pagi ini. Kali ini bom meledak di Mapolrestabes Surabaya sekitar pukul 08.50 WIB

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini