nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marak Teror Bom, PNS Dilarang Lakukan Ujaran Kebencian

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 19:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 14 320 1898273 marak-teror-bom-pns-dilarang-lakukan-ujaran-kebencian-tSbQuih1Hp.jpg PNS (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Rentetan bom yang terjadi belakangan ini membuat Kepala Badan Kepegaiwaian Negara (BKN) Bhima Haria Wibisana angkat suara. Menurutnya, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang untuk ikut campur yang bisa memperkeruh suasana. 

Apalagi, PNS tersebut sampai menyebarkan ujaran kebencian yang bisa memancing suasana menjadi lebih keruh. Bahkan tak tanggung-tanggung, dirinya siap melakukan tindakan tegas kepada para PNS yang melakukan hal tersebut. 

Baca Juga: Ada Teror Bom, Sri Mulyani Yakinkan Investor Keamanan Indonesia

"Untuk mencegah meluasnya radikalisme saya akan memberikan sanksi tegas kepada mereka yang menyebarkan ujaran kebencian, intoleransi, permusuhan dan perpecahan," ujarnya melalui pesan singkat yang diterima Okezone, Senin (14/5/2018).

Menurut Bhima, sesama PNS bisa saling mengingatkan tekannya agar tidak melakukan perbuatan tersebut. Bahkan dirinya meminta kepada PNS untuk melaporkan jika rekannya menyebarkan radikalisme dan ujaran kebencian. 

Tim Inafis Olah TKP Bom Gereja Kristen Indonesia Surabaya

Selain itu, masyarakat umum juga diminta bantuannya untuk mengawasi para PNS yang ada dilapangan. Dengan cara melaporkan kepada pihak pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

"Ingatkan dan laporkan mereka yang akan memperkeruh suasana atau melakukan berbagai bentuk pemecah belah persatuan lainnya,"  jelasnya. 

Baca Juga: Teror Bom Beruntun, Menperin: Kita Lawan dengan Investasi

Terakhir dirinya berpesan agar PNS sebagai Andi negara menjadi garda terdepan untuk memajang persatuan dan kebhinekaan. Karena dalam sumpah jabatan, Pancasila dan UUD 1945 harus menjadi bagian dari dalam jiwa PNS.

"Jaga persatuan dan kebhinekaan Indonesia. Bagi kita para PNS menjaga Pancasila, UUD 45 dan MKRi adalah sumpah yang harus dilaksanakan," jelasnya. 

Sebagai informasi, dalam beberapa hari terakhir ada tiga kejadian rentetan aksi terorisme yang terjadi di Indonesia. Terbaru adalah kasus aksi pengeboman oleh terduga teroris di Polrestabes Surabaya. 

Beredar Foto-Foto Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya

 Minggu (13/5/2018) terjadi ledakan bom di tiga gereja yang berlokasi di Surabaya. Ketiga gereja tersebut yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel, Gereja Kristen Indonesia (GKI), dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS). 

Belum genap sehari, ledakan bom juga terjadi di Sidoarjo. Kali ini bom meledak di salah satu inti lantai lima Rusunawa Wonocolo sekira pukul 20.00 WIB. Belum sempat berduka, ledakan kembali terjadi pagi ini. Kali ini bom meledak di Mapolrestabes Surabaya sekitar pukul 08.50 WIB.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini