Image

Sambut Lebaran, Citilink Siapkan 480 Penerbangan Tambahan

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 20:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 14 320 1898299 sambut-lebaran-citilink-siapkan-480-penerbangan-tambahan-CHJDS7Hi9G.jpeg Pesawat Citilink (Foto: Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Menyambut periode Lebaran 2018, maskapai Maskapai berbiaya hemat atau low cost carrier (LCC) Citilink Indonesia menyiapkan sebanyak 480 penerbangan tambahan (extra flight) guna antisipasi lonjakan penumpang. Dengan jumlah penerbangan tambahan tersebut, entitas anak PT Garuda Indonesia ini menyiapkan sebanyak 86.400 seat selama periode puncak arus mudik hingga balik Lebaran 2018. 

Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo menuturkan, pada periode Lebaran, perseroan mampu mengantongi pertumbuhan pendapatan hingga 20% sampai 30%. 

"Tahun ini kita sediakan lebih banyak. Tahun lalu sekitar 60.000 seat tambahan selama periode peak season sekarang 86.400 jadi ada tambahan sekitar 20.000 seat," jelasnya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (14/5/2018). 

Lion Air Tergelincir, Bandara Djalaluddin Gorontalo Ditutup 16 Jam

Dia menjelaskan, extra flight akan diberlakukan pada periode peak season yang diprediksi jatuh pada 8 Juni hingga 20 Juni 2018. Adapun rute-rute yang akan diberikan extra flight adalah rute dengan traffic tinggi seperti Jakarta-Solo, Jakarta-Semarang, Jakarta,-Yogyakarta, Jakarta-Denpasar, Jakarta - Surabaya. Kemudian ada rute di luar Jakarta yaitu untuk rute Yogyakarta-Kualanamu. 

"Kita punya 14 rute yang kita tambah frekuensinya," jelas dia. 

Juliandra juga mengungkapkan bahwa perpanjangan cuti bersama Lebaran 2018 turut mempengaruhi jadwal penerbangan, khususnya untuk jadwal balik penumpang.  Dia menuturkan, banyak masyarakat yang menarik mundur jadwal kepulangan mereka ke ibu kota. 

Baju Baru Pramugari dan Takjil

Selain extra flight, momen Ramadan ini juga dimanfaatkan perseroan untuk memperkenalkan seragam baru awak kabin.  Termasuk seragam pramugari berhijab dalam penerbangan perdana 14 Mei 2018. Sebab, dari data perseroan mencatat sebanyak 25% pramugari sebenarnya memakai hijab dalam keseharian. 

Vice President Corporate Secretary & CSR Citilink Indonesia Ranty Astari Rachman  menjelaskan, motif dalam seragam awak kabin yang baru adalah Gurdo Aji yang berarti anak burung Garuda yang terbang mengikuti arah angin untuk terbang lebih tinggi dan jauh. 

Pramugari Citilink

"Lambang anak burung Garuda memiliki filosofi kita ingin berikan pelayanan lebih baik dan memberikan suasana baru, karena 5 tahun terakhir kita enggak pernah ganti seragam. Akhirnya kita ubah branding kita untuk memberikan layanan baru," jelasnya. 

Adapun warna yang dipilih adalah hijau lime dan hijau tua. Hijau lime ditujukan untuk awak kabin junior, sementara hijau tua untuk awak kabin senior. Perbedaan warna ini dijelaskan Ranty diberikan untuk peningkatan pelayanan kepada penumpang. 

Pramugari Citilink

"Seseorang customer akan lihat mana yang lebih senior karena mereka ingin mendapatkan layanan atau klaim layanan pasti mau disampaikan ke yang lebih senior. Itu konsep baru juga yang selama ini kita enggak bedain," jelasnya. 

Ranty memastikan, pembaharuan seragam awak kabin maupun penggunaan hijab bagi pramugari yang memang dalam keseharian memakai hijab telah memperhatikan tingkat keamanan penumpang. Adapun proses penggantian seragam dari rencana sampai ditetapkan memakan waktu kurang lebih tiga bulan.

"Safety dari bajunya sudah kita review, lalu pemakaian hijab dan nonhijab juga sudah safety serta sudah lulus dari uji safety. Jadi kalau ada apa-apa mereka tetap bisa memberikan pelayanan safety pada mereka tanpa mengurangi ruang gerak," katanya. 

Pramugari Citilink

Menyambut bulan Ramadan Citilink Indonesia juga memberikan takjil gratis untuk seluruh penerbangan ketika mendekati jam berbuka puasa. Makanan takjil terdiri dari empat menu yang berganti  tiap minggunya, seperti kolak dan bubur mutiara dalam ukuran 60 gram. Adapula kurma dan air mineral. 

Perseroan juga menyediakan menu baru, seperti nasi goreng, nasi padang, mie Jawa, dan lontong medan sebagai pilihan baru kepada penumpang. 

"Menu kita selalu halal, ada logo halal dari Majelis Ulama Indonesi (MUI). Kita review tiap tiga bulan untuk menu existing," tukas dia. 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini