Image

Presiden Jokowi Minta Jajarannya Keluarkan Insentif Fiskal

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 15:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 15 20 1898547 presiden-jokowi-minta-jajarannya-keluarkan-insentif-fiskal-amWH4Sehoo.jpg Presiden Jokowi (Foto: Antara)

JAKARTA - ‎Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada jajarannya untuk mengeluarkan insentif fiskal guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas di Indonesia. Dia menilai, dengan intensif yang tepat diharapkan mampu menumbuhkan ekonomi negara.

‎"Jangan kita ragu untuk mendesain insentif-insentif yang tepat, segera lakukan sekarang dan kita harapkan manfaatnya akan segera datang," kata Jokowi dalam arahannya di Ratas 'Pembahasan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal tahun 2019' di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,4% , Ini Syaratnya

Jokowi menilai, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06% pada kuartal I 2018 harus mampu lebih ditingkatkan dengan menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan investasi, dan mendorong kenaikan ekspor.

"Khusus untuk ekspor, berbagai hambatan ekspor, baik di perizinan, di perbankan, di pembiayaan, termasuk pajak dan kepabeanan harus segera kita hilangkan," terang Jokowi.

Jokowi-JK Lihat Kalender Saat Pimpin Ratas Persiapan Ramadan dan Idul Fitri 1439 H

Kepala Negara menjelaskan, adanya hambatan ekspor tersebut tidak hanya menjadi ‎tugas dari pemerintah pusat, akan tetapi pemerintah daerah juga turut menjalankan kewajibannya dalam mempermudah kegiatan ekspor.

"Kita juga harus selalu waspada terhadap risiko terutama ketidakpastian global, ketidakpastian ekonomi global, volatilitas keuangan global yang dipicu kebijakan normalisasi moneter di Amerika Serikat telah banyak mengakibatkandepresiasi mata uang negara-negara di dunia tidak terkecuali di Indonesia," urainya.

Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga 4,95%, Menko Darmin: Levelnya Memang Segitu

Jokowi memastikan, ekonomi Indonesia masih jauh lebih baik ketimbang negara lainnya lantaran mampu mengantisipasi sejumlah faktor eksternal dalam melambatnya peningkatan ekonomi dari negara-negara lainnya di dunia.

"Faktor eksternal yang lain seperti harga minyak potensi barang dagang Amerika-Tiongkok serta kondisi geopolitik internasional juga terus harus kita waspadai," urainya.

Jokowi-JK Lihat Kalender Saat Pimpin Ratas Persiapan Ramadan dan Idul Fitri 1439 H

Dia meminta, Kabinet Kerja untuk menyiapkan mitigasi dalam menghadapi ketidakpastian global saat ini. Sebab, antisipasi itu diperlukan dalam pergerakan menuju keseimbangan ekonomi global.

"Kita juga minta agar kita juga tetap fokus menjaga stabilitas keamanan sehingga suhu kerja untuk perbaikan kesejahteraan penurunan kemiskinan serta menciptakan lapangan pekerjaan dapat terus kita teruskan dan kita percepat kita perbaiki," tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini